Panglima TNI Pimpin Panen Raya Kedelai di Nganjuk, Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan
Panen raya turut didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali, serta Kepala Staf Angkatan Udara M. Tonny Harjono.
Panen kedelai di Desa Ngudikan dilaksanakan di atas lahan seluas 100 hektare. Sementara itu, total area budidaya kedelai di Kecamatan Wilangan tercatat mencapai 400 hektare dengan estimasi produktivitas sekitar 1,5 hingga 2 ton per hektare.
Selain Wilangan, pengembangan komoditas kedelai juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Nganjuk. Di Kecamatan Rejoso, luas pengembangan tanaman kedelai mencapai 1.270,9 hektare, sedangkan di Kecamatan Bagor mencapai 629,1 hektare yang saat ini masih dalam tahap pertumbuhan tanaman.
Dalam sambutannya, Panglima TNI menekankan pentingnya pengembangan kedelai nasional secara berkelanjutan melalui optimalisasi lahan potensial dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian strategis untuk mewujudkan swasembada pangan nasional secara bertahap dan terukur.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam penguatan sektor pangan nasional. Sinergi antara TNI, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, petani, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
“Jadikan panen raya ini sebagai momentum untuk memperkuat kemandirian pangan nasional,” tegas Panglima TNI.
Kegiatan panen raya tersebut sekaligus menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan. Upaya itu diwujudkan melalui pendampingan kepada petani, optimalisasi lahan produktif, serta penguatan kolaborasi lintas sektor guna menjaga stabilitas pangan nasional dan ketahanan negara.
S Aminah Firdaus

