Pasca Bencana, Aktivitas Dagang di Aceh Tamiang Mulai Pulih dan Tunjukkan Tren Positif

Table of Contents


Aceh, Monitor Pos - Aktivitas perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan tren pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November tahun lalu. Setelah sempat mengalami kelumpuhan, sektor perdagangan kini mulai kembali bergerak, ditandai dengan beroperasinya kembali sejumlah toko dan meningkatnya aktivitas jual beli di pasar tradisional.

Salah satu pusat ekonomi masyarakat, Pasar Kuala Simpang, kembali dipadati warga yang berbelanja kebutuhan pokok. Kehadiran pembeli yang kian meningkat mencerminkan pulihnya daya beli sekaligus membangkitkan optimisme pelaku usaha kecil di daerah tersebut.

Seorang pedagang ikan, Herman, mengungkapkan bahwa kondisi pasar telah berangsur stabil dalam beberapa pekan terakhir. Ia menyebutkan, setelah sempat berhenti berjualan akibat dampak banjir, kini aktivitasnya telah kembali berjalan normal sejak pemerintah melakukan pembersihan area pasar.

Meski demikian, sejumlah kendala masih dirasakan para pedagang, terutama terkait kondisi infrastruktur pasar yang belum sepenuhnya pulih. Bangunan pasar yang berada di bantaran Sungai Tamiang mengalami kerusakan cukup serius, khususnya pada bagian atap yang belum diperbaiki secara menyeluruh. Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan rehabilitasi agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih optimal, terutama saat musim hujan.

Dari sisi pasokan, distribusi komoditas mulai kembali lancar. Ikan segar kini telah dipasok dari berbagai daerah, termasuk Banda Aceh dan Medan, sehingga kebutuhan pasar dapat terpenuhi.

Pemulihan juga dirasakan pedagang lainnya, termasuk Nurlela, yang kembali berjualan sayuran di kawasan Pajak Atas Kuala Simpang. Ia memanfaatkan hasil pertanian lokal dari wilayah Bandar Pusaka untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Meski pada awalnya sempat menghadapi keterbatasan pasokan akibat kerusakan lahan pertanian, kini ketersediaan komoditas berangsur membaik.

Secara umum, geliat perdagangan di Aceh Tamiang menunjukkan perkembangan positif. Berbagai sektor usaha, mulai dari pedagang sembako, pakaian, hingga buah-buahan, kembali beroperasi secara bertahap, menciptakan denyut ekonomi yang semakin stabil.

Berdasarkan data Satuan Tugas Pemulihan dan Rekonstruksi, hingga 27 April 2026 tercatat sebanyak 196 pasar rakyat di wilayah terdampak telah kembali beroperasi secara fungsional. Jumlah tersebut mencakup 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, serta 26 pasar di Sumatera Barat.

Perkembangan ini menjadi indikasi bahwa proses pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana terus berjalan, meskipun masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, khususnya dalam perbaikan infrastruktur dan penguatan daya beli masyarakat.

Zulkarnain