Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Panen Raya Jagung dan Pembangunan Gudang Strategis
Kegiatan nasional itu dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran Presiden dinilai menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap penguatan sektor pangan berbasis kolaborasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada Presiden serta seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, petani, dan mitra kerja yang telah berkontribusi dalam pengembangan program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi positif bagi jajaran Polri untuk terus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.
Jenderal Sigit menegaskan bahwa Polri tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga membangun sistem pertanian terpadu dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut mencakup penyediaan lahan, distribusi bibit unggul, pendampingan petani, hingga penyerapan hasil panen agar memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pada tahun 2025, Polri tercatat turut berkontribusi dalam penanaman jagung di ratusan ribu hektare lahan dengan hasil produksi mencapai jutaan ton jagung nasional. Kontribusi tersebut dinilai membantu mendorong peningkatan produksi pangan nasional di tengah tantangan global terhadap sektor pangan.
Sementara pada Kuartal I Tahun 2026, panen jagung dilaksanakan di puluhan ribu hektare lahan dengan hasil ratusan ribu ton. Memasuki Kuartal II Tahun 2026, panen raya kembali digelar di hampir 189.760 hektare lahan dengan estimasi produksi mencapai sekitar 1,23 juta ton jagung.
Kapolri menjelaskan, sebagian hasil panen akan diserap untuk memenuhi kebutuhan domestik, sedangkan sebagian lainnya memiliki potensi untuk memasuki pasar ekspor melalui kerja sama koperasi petani, khususnya di wilayah perbatasan negara.
Selain peningkatan produksi, Polri juga memperkuat infrastruktur pendukung melalui pembangunan gudang penyimpanan pangan di sejumlah daerah. Pada momentum panen raya tersebut, dilakukan groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan baru yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional menjadi puluhan unit di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Jenderal Sigit, pembangunan infrastruktur pangan menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan hasil pertanian nasional. Ia menekankan bahwa penguatan sektor pangan merupakan bagian penting dalam mendukung kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas harga pangan di tingkat nasional.
Dalam kesempatan itu, Polri juga memaparkan penguatan akses pembiayaan petani melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program tersebut telah dimanfaatkan ribuan petani untuk memenuhi kebutuhan produksi, mulai dari pembelian bibit, pupuk, hingga alat pertanian modern.
Di samping itu, program ketahanan pangan Polri juga diarahkan pada pengembangan teknologi pertanian dan sarana pendukung guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi hasil panen di berbagai daerah.
Melalui berbagai langkah tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian pangan Indonesia di masa depan.
S Aminah Firdaus
