Program Papua Pintar, TNI Perkuat Pendidikan dan Tanamkan Nasionalisme di Pedalaman Papua

Table of Contents


Jakarta, Monitor Pos ~ Tentara Nasional Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah Papua melalui Program Papua Pintar. Melalui keterlibatan personel Satgas Teritorial, Satgas Swasembada, dan Satgas Habema-KOOPS TNI HABEMA, prajurit TNI hadir langsung di sekolah-sekolah pedalaman untuk membantu proses pendidikan sekaligus membangun karakter generasi muda Papua.

Di tengah berbagai keterbatasan sarana dan akses pendidikan, para prajurit tidak hanya menjalankan tugas menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga mengambil peran sebagai tenaga pendidik bagi anak-anak Papua. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata pengabdian TNI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa hingga ke daerah terpencil.

Dalam kegiatan belajar mengajar, prajurit TNI memberikan pembelajaran dasar seperti membaca, menulis, berhitung, serta wawasan umum. Selain itu, mereka juga menanamkan nilai-nilai disiplin, persatuan, cinta tanah air, dan semangat kebersamaan kepada para siswa.

Pendekatan humanis yang diterapkan para personel TNI membuat hubungan dengan anak-anak Papua terjalin hangat dan penuh kedekatan. Para prajurit hadir tidak hanya sebagai guru, tetapi juga sahabat belajar dan motivator yang membangkitkan semangat anak-anak untuk terus menuntut ilmu demi masa depan yang lebih baik.

Sebagai bagian dari pembinaan wawasan kebangsaan, para siswa juga diperkenalkan makna Bendera Merah Putih sebagai simbol perjuangan, persatuan, dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman suku, budaya, dan bahasa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Program Papua Pintar dipimpin oleh Stefie Jantje Nuhujanan selaku Dansatgaster dan dilaksanakan di sejumlah wilayah pedalaman Papua, di antaranya Distrik Hitadipa, Distrik Sentani, Distrik Tomka, Distrik Pogapa, serta Distrik Kalimo. Kegiatan tersebut berada di bawah kendali Pangkoops TNI Habema Yudha Airlangga.

Kapuspen TNI Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/5/2026), menyampaikan bahwa keterlibatan prajurit sebagai tenaga pendidik merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membangun generasi muda unggul di wilayah perbatasan dan pedalaman Papua.

“Melalui Program Papua Pintar, TNI ingin memastikan bahwa kehadiran prajurit di Papua tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membawa harapan bagi masa depan generasi muda. Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, TNI berharap anak-anak Papua dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, percaya diri, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Ke depan, TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat Papua melalui berbagai program teritorial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung percepatan pembangunan sekaligus menciptakan generasi muda Papua yang berkarakter, berdaya saing, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

@Iyus