Satlap Tri Cakti dan Intelrem 045/Gaya Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Timah Ilegal di Tanjung Kalian

Table of Contents


Bangka Barat, Monitor Pos - Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti bersama Tim Intelrem 045/Gaya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan timah ilegal seberat kurang lebih 1,2 ton di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian, Jumat (1/5/2026) pagi.

Pengungkapan kasus ini bermula dari kegiatan patroli rutin yang dilakukan aparat gabungan di wilayah pengamanan pelabuhan. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu unit kendaraan jenis Toyota Innova Reborn bernomor polisi B 1320 ZM yang diduga digunakan untuk mengangkut timah tanpa dokumen resmi.

Kecurigaan petugas muncul saat kendaraan tersebut hendak menyeberang menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Palembang, sekitar pukul 06.38 WIB. Mobil tersebut terlihat membawa muatan tidak wajar dengan beban berat di bagian depan dan belakang. Empat menit kemudian, tepatnya pukul 06.42 WIB, dilakukan pemeriksaan intensif.

Hasil penggeledahan mengungkap adanya 61 keping timah berbentuk balok serta satu karung berisi bongkahan timah dengan total berat mencapai 1.294 kilogram. Seluruh barang bukti langsung diamankan untuk proses lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga mengamankan tiga orang yang berada di dalam kendaraan. Berdasarkan pemeriksaan awal, mereka masing-masing berinisial AHAI yang diketahui merupakan oknum anggota Korem 045/Gaya, RA seorang mahasiswa asal Palembang, serta KRH, mahasiswi asal Kabupaten Bangka.

Dari hasil keterangan sementara, timah tersebut diperoleh dari wilayah Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka Tengah. Para terduga pelaku mengaku menjalankan aktivitas tersebut secara mandiri dengan dukungan modal pribadi dan keluarga.

Rencananya, timah ilegal itu akan dikirim melalui jalur darat dan laut dengan rute Tanjung Kalian menuju Tanjung Api-Api, kemudian dilanjutkan melalui Pelabuhan Bakauheni–Merak hingga ke Jakarta sebagai tujuan akhir.

Saat ini, ketiga terduga pelaku tengah menjalani pemeriksaan lanjutan oleh Satlap Tri Cakti bersama Staf Intelrem 045/Gaya guna mengungkap lebih dalam asal-usul barang serta kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas.

Pihak Satlap Tri Cakti dan Korem 045/Gaya menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan di seluruh jalur distribusi, khususnya di pintu keluar-masuk pelabuhan. Langkah ini dinilai penting untuk menekan praktik perdagangan sumber daya alam ilegal yang berpotensi merugikan negara serta merusak tata kelola sektor pertambangan.

Peningkatan koordinasi lintas instansi juga akan terus dilakukan guna memastikan setiap aktivitas distribusi mineral berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus menjaga kedaulatan sumber daya nasional serta menciptakan iklim usaha yang transparan dan berkeadilan.

Laras