Teddy Itu Pejabat Publik, Kenapa Bungkam Dengan Kritikan Amien Rais?
Table of Contents
TEDDY ITU SESKAB, BUKAN PRAJURIT, DIA BANYAK BERCUAP URUSAN PUBLIK, KENAPA BUNGKAM PADA KRITIKAN AMIEN RAIS?
Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik
Beredar video pendek pernyataan Abdulah Mahmud Hendropriyono, yang membela posisi Seskab Teddy Indra Wijaya dari kritikan Amien Rais. Salah satu pembelaan Hendri yang paling krusial untuk dikritisi, adalah pernyataan bahwa Teddy hanya prajurit, dan doktrin prajurit tidak bisa membalas meski berbeda pandangan.
Hendro nampaknya mulai pikun (atau memang karena faktor usia yang sudah tua), atas realita. Kritikan Amien Rais itu ditujukan pada Mayor Teddy (atau Letkol, entahlah), dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) bukan dalam kapasitas prajurit TNI. Sehingga, tak relevan membela Seskab Teddy Indra Wijaya yang hingga saat ini masih bungkam, dengan dalih Teddy adalah prajurit.
Lagipula, dalam banyak kesempatan Seskab Teddy sering tampil di publik membalas para pengkritik pemerintah. Misalnya, Teddy menyebut para pengamat yang mengkritik tidak sesuai keahliannya.
Bukankah, jika benar Teddy mempraktikan doktrin prajurit dia akan bungkam? Bukan malah, membalas kritikan pengamat dengan serangan 'argumentum ad Hominem'? Apalagi, dia sendiri saat ini juga tidak pada tupoksinya, tentara aktif ada di jabatan sipil sebagai Seskab.
Kalau benar, Hendro ini negarawan mestinya dia angkat bicara atas banyaknya kepiluan yang dialami rakyat.
Saat ada bocah SD bunuh diri karena tak bisa beli bolpoin dan buku, kemana suara Negarawan Hendropriyono?
Saat banyak siswa didik keracunan MBG, kemana suara Negarawan Hendropriyono?
Saat kedaulatan udara Indonesia dilanggar pesawat tempur Amerika, kemana suara Negarawan Hendropriyono?
Saat kekayaan alam dan tambang Indonesia, dijarah asing dan Aseng, kemana suara Negarawan Hendropriyono?
Di kasus perampasan tanah PIK-2 oleh Aguan dan Anthoni Salim, Hendro malah bersuara membela proyek taipan properti. Ini yang disebut sikap Negarawan?
Dimana adab negara, para pejabat, yang terus korupsi diatas penderitaan rakyat?
Dimana, letak adab Seskab Teddy, yang merayakan ulang tahun di Paris dengan biaya ratusan juta, ditengah korban bencana Aceh yang masih menderita hidup di tenda tenda darurat?
Hendro tak usah ceramahi rakyat tentang adab. Caramahlah para para pejabat yang terus korupsi uang pajak rakyat.
Lagipula, daripada membela Teddy dengan narasi yang 'terlihat membaca teks', sebaiknya Hendro banyak berdzikir. Agar Husnul Khatimah.
Lagipula, ngapain seorang Jenderal Profesor intelejen sibuk membela prajurit biasa seperti Teddy? Apa sudah menjadi bawahan prajurit?
Apa tidak cukup, yang membela Seskab Teddy itu Qodari, Meutia Hafidz dan Dudung Abdurahman? [].