DPD RI Dorong Umrah Langsung dari Aceh dan Penurunan Harga Tiket Pesawat
Dalam pertemuan yang berlangsung di bandara yang dikelola oleh InJourney Airports tersebut, Darwati menyoroti besarnya potensi jemaah umrah asal Aceh yang mencapai puluhan ribu orang setiap tahun. Namun, hingga kini mayoritas jemaah masih harus menggunakan penerbangan transit melalui daerah lain maupun negara ketiga, sehingga biaya perjalanan menjadi lebih tinggi dan waktu tempuh lebih panjang.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Darwati mengusulkan pembukaan rute langsung Banda Aceh–Jeddah (BTJ–JED) melalui skema Technical Stop with Traffic Rights bagi maskapai berbendera Arab Saudi. Skema ini memungkinkan pesawat yang melakukan pendaratan teknis di Bandara Sultan Iskandar Muda untuk sekaligus mengangkut penumpang dari Aceh menuju Jeddah.
Menurutnya, skema tersebut merupakan solusi yang realistis dan strategis guna menghadirkan layanan penerbangan umrah yang lebih efisien, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat Aceh. Selain mengurangi ketergantungan pada penerbangan transit, langkah ini juga diyakini dapat memangkas biaya perjalanan yang selama ini relatif tinggi.
“Kami berharap dukungan dari Kementerian Perhubungan agar skema Technical Stop with Traffic Rights dapat direalisasikan, sehingga masyarakat Aceh memperoleh akses yang lebih mudah dan efisien untuk melaksanakan ibadah umrah,” ujar Darwati.
Selain membahas konektivitas udara, Darwati juga menyoroti tingginya harga avtur di Bandara Sultan Iskandar Muda yang dinilai masih menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Sumatera. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional maskapai dan berujung pada tingginya tarif penerbangan yang harus ditanggung masyarakat.
Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan penghapusan disparitas harga avtur antarbandara guna menciptakan iklim penerbangan yang lebih kompetitif dan berkeadilan. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mendukung terwujudnya penerbangan umrah langsung, tetapi juga membuka peluang hadirnya lebih banyak rute penerbangan ke Aceh.
“Jika biaya operasional maskapai dapat ditekan melalui harga avtur yang lebih kompetitif, maka masyarakat akan menikmati tarif tiket yang lebih terjangkau. Dampaknya bukan hanya pada sektor transportasi, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan investasi daerah,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Setiyo Pramono, menyambut positif berbagai masukan yang disampaikan. Ia menegaskan komitmen pihak bandara untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta mendukung penguatan konektivitas udara Aceh sebagai salah satu gerbang penerbangan internasional di wilayah barat Indonesia.
Darwati menegaskan akan terus mengawal aspirasi masyarakat Aceh terkait kemudahan akses ibadah umrah, peningkatan layanan transportasi udara, serta kebijakan avtur yang lebih kompetitif. Menurutnya, penguatan konektivitas udara menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Zulkarnain
