Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemda Papua, Dorong Kompetisi Sehat untuk Percepat Pembangunan Daerah

Table of Contents


Jayapura, Monitor Pos -Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah berprestasi di wilayah Tanah Papua sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan dalam meningkatkan kinerja pemerintahan, memperkuat tata kelola pembangunan, serta menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Papua Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Senin (22/6/2026). Acara tersebut menjadi penutup rangkaian penghargaan yang sebelumnya telah dilaksanakan di lima regional lainnya, yakni Sumatera, Kalimantan, Jawa-Bali, Sulawesi, serta Maluku-Nusa Tenggara.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa pembagian penghargaan berdasarkan regional dilakukan untuk menciptakan kompetisi yang lebih adil dan proporsional antar-daerah. Menurutnya, sistem penghargaan tingkat nasional yang diterapkan sebelumnya cenderung didominasi daerah dengan kapasitas fiskal yang lebih besar.

“Dengan pembagian regional, setiap daerah memiliki kesempatan yang lebih setara untuk menunjukkan kinerja terbaiknya sesuai karakteristik dan tantangan masing-masing wilayah,” ujar Tito.

Ia menambahkan, Kemendagri juga melakukan penyesuaian khusus untuk wilayah Papua yang memiliki jumlah kota terbatas. Sejumlah kabupaten yang menjadi pusat pemerintahan provinsi, seperti Merauke, Manokwari, Nabire, dan Jayawijaya, dimasukkan ke dalam kategori yang setara dengan kota agar proses penilaian berlangsung lebih kompetitif dan representatif.

Penghargaan diberikan berdasarkan empat indikator utama yang menjadi fokus pembangunan daerah, yaitu penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, serta inovasi pembiayaan pembangunan atau creative financing. Penilaian dilakukan terhadap pemerintah provinsi, ibu kota provinsi, dan pemerintah kabupaten.

Selain penghargaan, pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa bantuan pemerintah sebagai bentuk insentif bagi daerah yang berhasil menunjukkan capaian terbaik. Daerah peringkat pertama memperoleh bantuan sebesar Rp3 miliar, peringkat kedua Rp2 miliar, dan peringkat ketiga Rp1 miliar.

Pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting tingkat kabupaten, Kabupaten Mimika berhasil meraih peringkat pertama, disusul Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor. Untuk kategori ibu kota provinsi, Kabupaten Merauke menjadi yang terbaik, sementara Kota Jayapura menempati posisi kedua. Di tingkat provinsi, Provinsi Papua meraih penghargaan tertinggi dan Provinsi Papua Barat berada di posisi kedua.

Prestasi Kabupaten Mimika kembali berlanjut pada kategori Creative Financing dengan meraih peringkat pertama tingkat kabupaten. Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Raja Ampat masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. Pada tingkat ibu kota provinsi, Kota Jayapura menjadi yang terbaik, sedangkan Kabupaten Manokwari menempati posisi kedua. Untuk tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat Daya.

Sementara itu, pada kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, Provinsi Papua Tengah berhasil meraih posisi terbaik di tingkat provinsi, diikuti Provinsi Papua Pegunungan. Untuk kategori ibu kota provinsi, Kabupaten Nabire menjadi yang terbaik, sedangkan Kabupaten Jayawijaya menempati posisi kedua. Adapun pada tingkat kabupaten, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Dogiyai masing-masing meraih posisi pertama hingga ketiga.

Pada kategori Pengendalian Inflasi, Provinsi Papua Selatan menjadi peraih penghargaan tertinggi tingkat provinsi, disusul Provinsi Papua Tengah. Di tingkat ibu kota provinsi, Kota Jayapura meraih posisi pertama dan Kabupaten Merauke posisi kedua. Sementara pada tingkat kabupaten, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Fakfak sebagai Terbaik I, Kabupaten Biak Numfor sebagai Terbaik II, dan Kabupaten Manokwari Selatan sebagai Terbaik III.

Mendagri berharap penghargaan tersebut dapat menjadi instrumen untuk mendorong lahirnya inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah Papua. Menurutnya, pengakuan atas prestasi daerah harus menjadi pemacu semangat bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Acara penghargaan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Bima Arya Sugiarto, serta Akhmad Wiyagus, bersama para kepala daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari berbagai wilayah di Tanah Papua.

Robertus