MotoGP Mandalika 2026 Diproyeksikan Perkuat Ekonomi Nasional dan Daya Saing Pariwisata Indonesia
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan sejak kembali digelar pada 2022, MotoGP Mandalika dinilai tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga kelas dunia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang semakin signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai sektor.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa penyelenggaraan MotoGP merupakan instrumen strategis pemerintah dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional melalui sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, keberhasilan Indonesia mempertahankan status sebagai tuan rumah MotoGP selama lima tahun berturut-turut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap kapasitas Indonesia dalam mengelola ajang olahraga berskala global.
Data penyelenggaraan tahun 2025 menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika menghasilkan dampak ekonomi mencapai Rp4,96 triliun. Kontribusi tersebut berasal dari peningkatan jumlah wisatawan, okupansi hotel, pergerakan sektor transportasi, aktivitas perdagangan, hingga berbagai kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat lokal.
Pemerintah meyakini angka tersebut masih berpotensi meningkat pada penyelenggaraan tahun 2026 seiring semakin kuatnya ekosistem sport tourism yang berkembang di kawasan Mandalika dan wilayah sekitarnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menilai olahraga dan pariwisata kini menjadi sektor yang mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, ajang ini juga dinilai berkontribusi terhadap pengembangan industri olahraga nasional. Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Moreno Soeprapto, menyebut antusiasme komunitas otomotif terhadap MotoGP terus meningkat dan menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya pembalap-pembalap muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Dari sisi daerah, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat manfaat ekonomi yang semakin luas dirasakan masyarakat. Ratusan pelaku UMKM terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pendukung selama penyelenggaraan MotoGP, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, hingga jasa pariwisata.
Keberadaan MotoGP juga dinilai berhasil memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi wisata unggulan nasional yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Dampak positif tersebut turut membuka peluang investasi baru serta mempercepat pengembangan kawasan ekonomi khusus di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai sport tourism telah berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi yang memiliki nilai tambah tinggi. Selain menghasilkan perputaran ekonomi dalam jumlah besar, kegiatan tersebut juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem industri olahraga serta pariwisata yang berkelanjutan.
Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang balap bergengsi yang menarik perhatian dunia, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Pemerintah optimistis penyelenggaraan MotoGP Mandalika akan semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas dunia sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Chikita
