Mubes VI FORKABI Tetapkan Abdul Ghoni Kembali Pimpin Organisasi, MIO Indonesia Beri Apresiasi
Terpilihnya kembali Abdul Ghoni menjadi momentum penting bagi FORKABI untuk melanjutkan berbagai program strategis yang berorientasi pada pelestarian budaya Betawi, penguatan persaudaraan, serta peningkatan kontribusi sosial bagi masyarakat. Mekanisme aklamasi yang berlangsung dalam suasana kondusif menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan anggota terhadap arah kepemimpinan organisasi ke depan.
Media Independen Online (MIO) Indonesia turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas amanah yang kembali diberikan kepada Abdul Ghoni. MIO Indonesia berharap FORKABI dapat terus berkembang sebagai organisasi kemasyarakatan yang mampu menjaga identitas budaya Betawi sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
Dewan Pembina MIO Indonesia, Taufiq Rahman, bersama Ketua Umum AYS Prayogie, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mubes VI FORKABI yang berlangsung dengan baik dan demokratis.
“Selamat kepada Bang Abdul Ghoni yang kembali dipercaya memimpin FORKABI. Kepercayaan ini tentu menjadi amanah besar untuk terus membawa organisasi semakin maju, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami juga berharap sinergi antara MIO Indonesia dan FORKABI dapat terus ditingkatkan dalam berbagai program sosial, budaya, dan kemasyarakatan,” ujar Taufiq Rahman.
Sementara itu, Ketua MIO Indonesia Pimpinan Wilayah (PW) Provinsi DKI Jakarta, Gito Ricardo, menilai pelaksanaan Mubes VI FORKABI berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari berbagai elemen masyarakat Betawi.
“Pelaksanaan Mubes VI FORKABI berjalan lancar, tertib, dan sangat meriah. Banyak tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para tokoh Betawi dari berbagai wilayah di DKI Jakarta hadir dan menunjukkan dukungannya. Ini membuktikan bahwa FORKABI masih menjadi organisasi yang memiliki tempat kuat di tengah masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Bang Edo saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurut MIO Indonesia, FORKABI memiliki posisi strategis sebagai organisasi yang tidak hanya berperan dalam melestarikan budaya Betawi, tetapi juga menjadi wadah pemersatu masyarakat dalam bingkai kebhinekaan Indonesia. Kiprah organisasi tersebut dinilai penting dalam menjaga nilai-nilai tradisi sekaligus membangun semangat kebersamaan di tengah perkembangan zaman.
Dalam pidato perdananya setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum FORKABI periode berikutnya, Abdul Ghoni menegaskan komitmennya untuk menjadikan organisasi semakin terbuka dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia menekankan bahwa FORKABI harus mampu menjadi rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan tanpa membedakan latar belakang suku, budaya, maupun golongan.
Pada periode kepemimpinannya yang baru, FORKABI akan memprioritaskan penguatan organisasi melalui tiga fokus utama, yaitu pelestarian budaya Betawi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan peningkatan solidaritas sosial. Sejumlah program strategis juga telah disiapkan untuk direalisasikan dalam waktu dekat, termasuk pengembangan sanggar budaya keliling serta pelatihan UMKM berbasis kearifan lokal guna mendorong kesejahteraan masyarakat.
MIO Indonesia optimistis kepemimpinan Abdul Ghoni akan semakin memperkuat eksistensi FORKABI sebagai organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya dan kebersamaan. Dengan dukungan seluruh elemen organisasi, FORKABI diharapkan mampu terus menjadi jembatan persatuan sekaligus motor penggerak pelestarian budaya Betawi di tingkat nasional.
Firmansyah
