PLN Hadirkan Listrik 24 Jam di Empat Distrik Pegunungan Arfak, Perkuat Pemerataan Energi di Papua Barat
Peningkatan layanan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan energi nasional, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan dengan kondisi geografis yang menantang. Sebelumnya, warga Distrik Minyambouw hanya menikmati pasokan listrik selama enam jam per hari, sementara masyarakat di Distrik Taige, Hingk, dan Anggi Gida memperoleh layanan selama 12 jam per hari. Kini, seluruh wilayah tersebut telah menikmati listrik yang menyala selama 24 jam tanpa henti.
Kehadiran listrik sepanjang hari memberikan dampak positif yang signifikan bagi aktivitas masyarakat, mulai dari mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik yang lebih optimal.
Salah seorang warga Distrik Minyambouw, Paulus, mengaku bersyukur atas peningkatan layanan listrik yang kini dapat dinikmati masyarakat setempat.
"Kami sangat bersyukur. Listrik 24 jam ini benar-benar kami rasakan manfaatnya. PLN bekerja keras, tanam besi, pasang kabel, dan hari ini hasilnya sudah dinikmati oleh masyarakat," ungkap Paulus.
Apresiasi juga datang dari Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6), ia menyampaikan penghargaan atas sinergi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PLN yang berhasil merealisasikan kebutuhan listrik masyarakat di wilayah Pegunungan Arfak.
Menurut Cheroline, keberhasilan menghadirkan listrik 24 jam di empat distrik tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat yang berada di wilayah terpencil.
"Hari ini empat distrik di Kabupaten Pegunungan Arfak sudah bisa menikmati listrik 24 jam penuh. Ini merupakan kabar yang sangat membahagiakan bagi masyarakat dan menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan manfaat nyata bagi daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses energi," ujar Cheroline.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa penyediaan listrik hingga ke wilayah dengan tantangan geografis berat merupakan bagian dari misi PLN untuk mendorong pemerataan pembangunan nasional.
Menurutnya, listrik tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"PLN percaya bahwa listrik adalah fondasi kemajuan. Kehadiran listrik 24 jam di Pegunungan Arfak tidak hanya menghadirkan terang, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat," kata Darmawan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menjelaskan bahwa peningkatan layanan listrik tersebut terwujud setelah PLN menyelesaikan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang terhubung ke sistem kelistrikan Anggi.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 23,75 kilometer sirkuit dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 21,29 kilometer sirkuit. Seluruh proses pembangunan dilakukan di wilayah dengan medan yang cukup ekstrem dan akses yang terbatas.
"Meski menghadapi tantangan geografis yang berat, pembangunan dapat diselesaikan berkat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. Kini masyarakat di empat distrik tersebut telah menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh," jelas Roberth.
Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PLN dalam memperluas akses energi yang andal, merata, dan berkeadilan, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui berbagai program elektrifikasi, PLN terus berupaya memastikan seluruh masyarakat Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati manfaat listrik sebagai penggerak pembangunan dan peningkatan kualitas hidup.
Robertus
.jpg)