Reses PSI di Cibodas Serap Aspirasi Warga, Fokus Perbaikan Infrastruktur dan Layanan Sosial
Reses dihadiri Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PSI, Fransiscus Xaverius Isbianto, SE, bersama Camat Cibodas H. Ahmad Suhendar, SE, M.S. Hadir pula para lurah, ketua RW dan RT, pengurus lingkungan, serta tokoh masyarakat yang turut menyampaikan berbagai usulan pembangunan di wilayahnya masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Cibodas H. Ahmad Suhendar menegaskan pentingnya pendataan yang akurat sebagai dasar penyusunan program pembangunan. Ia meminta seluruh pengurus wilayah segera menyusun laporan resmi mengenai kondisi infrastruktur yang membutuhkan penanganan, khususnya saluran drainase dan gorong-gorong.
Menurutnya, laporan yang disampaikan harus dilengkapi dengan surat tertulis serta dokumentasi foto kondisi lapangan agar proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Data yang lengkap dan valid menjadi landasan utama dalam menentukan prioritas pembangunan. Dengan adanya laporan tertulis dan bukti visual, pemerintah dapat memastikan setiap kebutuhan masyarakat terakomodasi secara terukur dan tidak ada wilayah yang terabaikan,” ujar Ahmad Suhendar.
Sementara itu, Fransiscus Xaverius Isbianto menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari mekanisme demokrasi yang memungkinkan wakil rakyat mendengar secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta mengawasi pelaksanaannya.
Selain menyoroti kebutuhan perbaikan infrastruktur lingkungan, Fransiscus juga memberikan perhatian terhadap penguatan layanan sosial dan kesehatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya keberlangsungan pelayanan Posyandu, dukungan bagi warga kurang mampu, serta akses layanan kesehatan darurat yang mudah dijangkau masyarakat.
Salah satu komitmen yang kembali disampaikan dalam forum tersebut adalah penyediaan layanan ambulans gratis yang dapat dimanfaatkan oleh warga di seluruh wilayah Kota Tangerang.
“Melalui reses ini, kami ingin memastikan setiap suara masyarakat dapat didengar dan diperjuangkan. Mulai dari kebutuhan infrastruktur lingkungan, pelayanan kesehatan, hingga bantuan bagi warga yang membutuhkan. Kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya pembangunan yang merata dan berkeadilan,” kata Fransiscus.
Berbagai masukan yang muncul selama kegiatan berlangsung dicatat secara rinci untuk selanjutnya dibahas dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah. Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh semangat gotong royong. Forum tersebut sekaligus mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan yang berorientasi pada pelayanan publik serta peningkatan kualitas hidup warga Kota Tangerang.
Wahyudi/Ari W
