Wamendagri Ribka Haluk Resmikan Pasar Murah dan Expo UMKM Papua, Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Pengendalian Inflasi
Dalam sambutannya, Ribka menegaskan bahwa Papua memiliki potensi ekonomi lokal yang sangat besar. Berbagai produk unggulan seperti kopi, madu, sagu beserta produk turunannya, hingga minyak kelapa murni menjadi bukti bahwa masyarakat Papua mampu mengolah kekayaan alam menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi dan berdaya saing.
Menurutnya, pengembangan UMKM merupakan salah satu strategi penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong hadirnya berbagai program yang dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal.
“Atas nama Menteri Dalam Negeri, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan pelaku UMKM yang telah berpartisipasi. Antusiasme yang begitu tinggi menunjukkan bahwa produk-produk lokal Papua memiliki daya tarik dan potensi pasar yang sangat besar,” ujar Ribka.
Ia menambahkan, penguatan sektor UMKM sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Ribka menekankan bahwa pembangunan harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali, termasuk Papua. Menurutnya, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata.
“Pembangunan harus memberikan manfaat bagi seluruh anak bangsa. Papua memiliki kekuatan sumber daya alam dan kreativitas masyarakat yang luar biasa untuk terus dikembangkan,” katanya.
Selain menghadirkan pameran produk UMKM, kegiatan tersebut juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui dukungan Perum Bulog dan sejumlah mitra strategis. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih stabil sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah.
Wamendagri juga mengajak pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai program prioritas nasional, seperti program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, optimalisasi Dana Desa, hingga penyediaan bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, integrasi program tersebut akan memperluas akses pasar dan meningkatkan keberlanjutan usaha masyarakat.
“Dari Papua, kita dapat menunjukkan bahwa pembangunan yang dimulai dari tingkat akar rumput mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan nasional. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan pembangunan yang adil dan merata,” tegasnya.
Usai memberikan sambutan, Ribka membuka kegiatan secara simbolis melalui pemukulan tifa sebagai simbol budaya Papua, kemudian meninjau sejumlah stan UMKM dan pasar murah yang menampilkan beragam produk unggulan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Lukas Christian Sohilait, Asisten III Bidang Administrasi Umum Provinsi Papua Suzana Wanggai, Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UMKM Provinsi Papua Jimmy Thesia, serta jajaran TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Papua.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap geliat UMKM Papua semakin kuat, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi pilar penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Robertus
