ANTAM Usung Eco-Friendly Fun Walk, Gerak Hijau 2026 Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Berkelanjutan

Table of Contents

foto dok istimewa antam
Jakarta,Monitor Pos - PT ANTAM Tbk menghadirkan konsep baru dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 melalui eco-friendly fun walk yang menggabungkan kampanye gaya hidup sehat dengan penerapan prinsip keberlanjutan. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, Minggu (26/7/2026), diikuti ribuan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup ramah lingkungan.

Gerak Hijau 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan dukungan PT ANTAM Tbk sebagai sponsor utama. Mengusung tema "Gerak Bersama, Hijaukan Indonesia", kegiatan ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam upaya bersama membangun budaya hidup berkelanjutan.

Berbeda dari kegiatan jalan sehat pada umumnya, Gerak Hijau 2026 mengedepankan konsep eco-friendly fun walk dengan menerapkan prinsip pengurangan sampah, pemilahan limbah, penggunaan kembali material (reuse), serta edukasi mengenai gaya hidup berkelanjutan di sepanjang rangkaian acara.

Direktur Utama PT ANTAM Tbk, Untung Budiharto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 ANTAM yang dirancang tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

"Gerak Hijau adalah bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-58 ANTAM. Di usia yang semakin matang, kami ingin perayaan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Untung.

Rangkaian kegiatan meliputi Fun Walk, edukasi pengelolaan sampah, bazar UMKM, Junior Miners sebagai wahana edukasi bertema pertambangan bagi anak-anak, pembagian ribuan bibit pohon gratis, hingga kampanye gaya hidup berkelanjutan yang mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai wujud komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), ANTAM juga menghadirkan berbagai program keberlanjutan, mulai dari booth edukasi dan transaksi, Bank Sampah Pintar, hingga penyerahan 5.000 bibit mangrove untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir dan upaya mitigasi perubahan iklim.

"Melalui Gerak Hijau hari ini, ANTAM juga membagikan ribuan bibit pohon kepada masyarakat. Harapannya sederhana, semoga bibit-bibit ini tidak hanya ditanam, tetapi juga dirawat hingga tumbuh menjadi warisan hijau bagi generasi yang akan datang," kata Untung.

Dalam penerapan konsep zero waste event, ANTAM menggandeng Rekosistem untuk memastikan seluruh sampah yang dihasilkan selama kegiatan dipilah dan dikelola secara bertanggung jawab agar dapat didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali, sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.

Berdasarkan estimasi awal, Gerak Hijau 2026 menghasilkan sekitar 723 kilogram sampah, yang seluruhnya diproses melalui sistem pemilahan. Sebanyak 472 kilogram sampah anorganik didaur ulang, 151 kilogram sampah organik diolah menjadi kompos dan biomassa menggunakan teknologi Black Soldier Fly (BSF), sementara 100 kilogram sampah residu dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif dan produk lainnya.

Melalui pengelolaan tersebut, kegiatan ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga 867 kilogram CO2, setara dengan penghematan sekitar 270 liter bensin, perjalanan kendaraan sejauh 2.900 kilometer, atau mendaur ulang sekitar 13,3 kantong sampah.

Untung menegaskan, Gerak Hijau menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.

"Melalui Gerak Hijau hari ini, kita ingin menunjukkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Hari ini kita melangkah bersama untuk hidup lebih sehat, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap bumi yang kita cintai. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan pagi ini menjadi langkah menuju Indonesia yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengapresiasi komitmen ANTAM dalam mengintegrasikan praktik pertambangan dengan pelestarian lingkungan.

"Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-58 kepada PT ANTAM. Semoga semakin maju, semakin kuat, dan tentu saja semakin hijau," kata Diaz.

Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau dunia usaha, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat.

"Pemerintah membuat kebijakan. Dunia usaha menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Masyarakat ikut menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Mutiara NA