Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Kendari Lampaui Target Nasional, Pemkot Genjot Program Jemput Bola

Table of Contents

foto dok istimewa
Kendari,Monitor Pos - 
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara, mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang semester I 2026. Hingga pertengahan Juli, jumlah peserta yang mengikuti program tersebut telah melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat, menjadikan Kendari sebagai daerah dengan persentase cakupan tertinggi di Sulawesi Tenggara.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, di Kendari, mengungkapkan bahwa realisasi Program CKG telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 181.780 warga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis atau setara 47,08 persen dari total sasaran 386.095 orang yang ditetapkan untuk tahun 2026,Rabu 15/7/2026

"Persentase cakupan CKG Kota Kendari menjadi yang tertinggi di Sulawesi Tenggara dan telah melampaui target nasional sebesar 46 persen," ujar Siska.

Selain menyasar masyarakat umum, Pemkot Kendari juga mengoptimalkan pelaksanaan CKG di lingkungan pendidikan. Dari target 76.549 pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sebanyak 39.086 siswa atau 51,06 persen telah menjalani pemeriksaan kesehatan hingga semester pertama tahun ini.

Pemkot meyakini jumlah peserta akan terus meningkat pada semester kedua seiring penguatan strategi pelayanan kesehatan berbasis wilayah. Pemerintah daerah menargetkan cakupan CKG mencapai 90 persen pada akhir 2026, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 70,49 persen.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Pemkot Kendari meluncurkan Program Paket Sehat Spesial yang akan berlangsung mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026. Melalui program ini, tenaga kesehatan akan mendatangi langsung masyarakat di setiap kelurahan dengan dukungan pemerintah kecamatan, lurah, hingga pengurus RT dan RW.

Pendekatan jemput bola ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus meningkatkan efisiensi pendataan di lapangan. Menurut Siska, keterlibatan seluruh perangkat wilayah akan memudahkan koordinasi antara puskesmas dan pemerintah kelurahan sehingga proses pemeriksaan dapat berjalan lebih efektif tanpa harus dilakukan berulang kali.

Wali Kota juga mengajak seluruh aparatur wilayah untuk mendukung penuh implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut sebagai upaya membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Selain meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan, Program Paket Sehat Spesial juga diarahkan untuk memperkuat intervensi penanganan stunting melalui pemeriksaan kesehatan bagi balita serta ibu hamil, sehingga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kota Kendari secara berkelanjutan.

Siti Salma