Kebakaran Lahan di Belakang Kampus STAIS Seram Bagian Timur Picu Kepanikan, Listrik Sempat Padam Total
Seram Bagian Timur,Monitor Pos - Kebakaran lahan terjadi di kawasan Jalan Air Kabur kabur, tepatnya di belakang Kampus STAIS Seram Bagian Timur, pada Senin 13/7/2026 sekitar pukul 11.00 WIT. Kobaran api yang dengan cepat membesar sempat memicu kepanikan warga karena merambat hingga mendekati area PLN, mengakibatkan pasokan listrik di wilayah tersebut mengalami pemadaman total selama beberapa jam.
Berdasarkan informasi di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh kondisi musim kemarau yang menyebabkan lahan dan semak belukar menjadi sangat kering. Gesekan antarsemak yang kering diduga memunculkan percikan panas dan asap yang kemudian berkembang menjadi kobaran api.
Kondisi angin dan vegetasi yang mudah terbakar membuat api merambat dengan cepat ke sejumlah titik di sekitar lokasi. Situasi tersebut mendorong warga sekitar untuk segera melakukan upaya awal pemadaman sambil menunggu bantuan petugas.
Sejumlah unit pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian dan masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman guna mencegah api meluas ke permukiman maupun fasilitas vital di sekitar kawasan tersebut. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi titik api cukup jauh serta cuaca yang kering akibat musim kemarau, sehingga api sulit dikendalikan.
Demi menjaga keselamatan dan mengantisipasi dampak yang lebih besar terhadap jaringan kelistrikan, pasokan listrik di wilayah terdampak sempat dipadamkan. Akibatnya, masyarakat mengalami pemadaman listrik hingga sore hari.
Setelah berjuang selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api menjelang waktu Maghrib. Berkat respons cepat seluruh pihak, kebakaran tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.
Pemerintah dan aparat terkait mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Aisyah
