Mundur karena Alasan Kesehatan, Nanik Deyang Tegaskan Tetap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
Jakarta,Monitor Pos - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski telah mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil karena alasan kesehatan setelah menjalani masa kepemimpinan kurang dari dua bulan.
Melalui pernyataan yang disampaikan di media sosial resminya, Nanik menegaskan bahwa Program MBG merupakan kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Ia membantah anggapan bahwa program tersebut memiliki kepentingan politik menjelang Pemilu 2029, dengan menekankan bahwa mayoritas penerima manfaat saat ini adalah balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih.
Selain berfokus pada peningkatan gizi anak, Nanik menilai Program MBG memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Menurutnya, program tersebut mampu meningkatkan penyerapan hasil pertanian dan peternakan lokal. Ia mencontohkan, saat pelaksanaan MBG sempat berhenti selama libur sekolah, banyak petani dan peternak mengalami penurunan permintaan sehingga harga hasil produksi ikut merosot.
Selama memimpin BGN, Nanik mengaku telah meletakkan sejumlah fondasi reformasi kelembagaan, termasuk melakukan evaluasi terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta menghentikan perluasan dapur di wilayah yang dinilai telah memenuhi kebutuhan layanan.
Pengunduran diri Nanik juga dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Ia menjelaskan bahwa Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan penyakit jantung sekaligus mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN.
Sementara itu, BGN terus melanjutkan proses penguatan kelembagaan dengan menghadirkan lima pejabat eselon I baru. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola Program MBG agar pengelolaan anggaran berjalan lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Chikita NR
