Pengamat Pariwisata Dukung Pemilihan Agam Inong Aceh Selatan 2026, Dinilai Strategis Cetak Duta Budaya dan Wisata Daerah
Dukungan tersebut disampaikan pengamat pariwisata Aceh Selatan, Asmawi, yang menilai ajang Agam Inong tidak sekadar kompetisi pemilihan duta wisata, melainkan sarana pembinaan karakter dan kepemimpinan bagi generasi muda.
"Pemilihan Agam Inong Aceh Selatan bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda yang mampu menjaga dan mempromosikan identitas daerah," ujar Asmawi kepada KBA.ONE, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, tema yang diangkat pada penyelenggaraan tahun ini, "Guardians of Heritage in Promoting and Sustaining the Cultural Legacy of Aceh Selatan", menunjukkan komitmen kuat untuk melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya sekaligus kemampuan mempromosikan potensi daerah di era modern.
Ia menjelaskan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan kekayaan wisata dan budaya Aceh Selatan kepada khalayak yang lebih luas. Dengan kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan komunikasi, para peserta diharapkan mampu menjadi wajah baru promosi daerah.
"Generasi muda memiliki peran yang sangat penting sebagai duta daerah yang kreatif, inovatif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman dalam mempromosikan potensi wisata serta budaya Aceh Selatan," katanya.
Lebih lanjut, Asmawi menilai keberadaan Agam Inong merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Para finalis yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjadi representasi terbaik Aceh Selatan di berbagai ajang, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai agen perubahan dan pelestari budaya.
"Keberhasilan promosi pariwisata tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda sebagai agen perubahan dan pelestari budaya," ujarnya.
Asmawi menambahkan, Aceh Selatan memiliki beragam potensi unggulan yang layak dipromosikan, mulai dari kekayaan alam, sejarah, tradisi, hingga kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat setempat. Potensi tersebut, kata dia, perlu terus diperkenalkan melalui generasi muda yang memiliki wawasan luas, kemampuan komunikasi yang baik, dan rasa bangga terhadap daerahnya.
Karena itu, ia mengajak para pemuda dan pemudi Aceh Selatan yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengikuti seluruh tahapan seleksi secara maksimal.
"Saya meyakini bahwa melalui ajang ini akan lahir Agam dan Inong yang mampu membawa nama baik Aceh Selatan sekaligus menjadi motor penggerak promosi pariwisata dan pelestarian budaya di masa depan," tuturnya.
Diketahui, pendaftaran Pemilihan Agam Inong Aceh Selatan 2026 telah dibuka sejak 25 Juni dan akan berlangsung hingga 15 Juli 2026. Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata Aceh Selatan berharap dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, serta memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan memperkenalkan warisan budaya daerah ke tingkat nasional maupun internasional.
Zulkarnaein
