Puncak HKG PKK ke-54, Tri Tito Karnavian Ajak Kader Perkuat 10 Program Pokok PKK untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Table of Contents


Makassar,Monitor Pos -
 Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mengajak seluruh pengurus dan kader TP PKK di Indonesia untuk memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK yang selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Tri saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan mengusung tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045" dan dihadiri ribuan kader PKK dari seluruh Indonesia serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Dalam sambutannya, Tri menegaskan bahwa tema HKG tahun ini mencerminkan komitmen kuat Gerakan PKK untuk terus memperkuat pemberdayaan keluarga melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang sejalan dengan arah pembangunan nasional.

"Tema ini menegaskan komitmen gerakan PKK untuk memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang selaras dengan Asta Cita Bapak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas tahun 2045," ujar Tri Tito Karnavian.

Menurutnya, PKK memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional karena menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga Indonesia. Peran tersebut diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020 yang mengamanatkan penyusunan Rencana Induk dan Rencana Strategis PKK Tahun 2025–2029 agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Tri mengungkapkan, berdasarkan data Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel) Kemendagri Tahun 2026, saat ini terdapat 6.364.671 kader TP PKK yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan 83.762 desa serta kelurahan di seluruh Indonesia. Jaringan kader yang sangat luas tersebut dinilai menjadi modal sosial yang kuat dalam mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah hingga ke tingkat keluarga.

Karena itu, ia mendorong seluruh TP PKK di daerah agar memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga berbagai program PKK dapat terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

Tri menegaskan bahwa meskipun pemerintah saat ini tengah menerapkan efisiensi anggaran, Gerakan PKK harus tetap konsisten menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

"Dengan demikian keberhasilan program PKK tidak hanya berdampak bagi keluarga dan masyarakat, tetapi juga turut meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah," katanya.

Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi, pada puncak HKG ke-54 TP PKK juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sembilan kementerian, lembaga pemerintah, serta mitra nonpemerintah untuk memperluas sinergi dalam pelaksanaan berbagai program pemberdayaan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, TP PKK turut memberikan Penghargaan Adhi Bhakti Utama berupa pin emas kepada para kader yang telah mengabdi selama lebih dari 25 tahun secara berkelanjutan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka membangun masyarakat dari tingkat keluarga.

Tri juga melaporkan keberhasilan berbagai rangkaian kegiatan HKG PKK Tahun 2026. Salah satunya adalah pelaksanaan minum pil Multiple Micronutrients Supplement (MMS) secara serentak oleh 54 ribu ibu hamil di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, yang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan pertama dengan capaian tersebut di Indonesia.

Menutup sambutannya, Tri menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK, kelompok Dasawisma, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan akademisi, media massa, serta seluruh mitra kerja yang selama ini mendukung berbagai program PKK.

Ia menegaskan bahwa TP PKK akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga Indonesia yang sehat, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

Puncak peringatan HKG PKK ke-54 turut dihadiri Pelindung TP PKK Selvi Gibran Rakabuming bersama jajaran Solidaritas Perempuan Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, jajaran TP PKK pusat dan daerah, serta para pejabat kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.

Siti Salma