Residivis Curanmor Bersenjata Dilumpuhkan Polisi di Lampung, Diduga Beraksi di 20 Lokasi Jakarta Selatan

Table of Contents

foto dok polsek pesanggrahan
Jakarta,Monitor Pos - 
Aparat kepolisian berhasil menangkap seorang spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api rakitan berinisial T (38) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur setelah melakukan perlawanan saat proses penangkapan pada Sabtu (18/7/2026).

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam menjelaskan, tindakan tersebut dilakukan sesuai prosedur karena pelaku membahayakan petugas saat hendak diamankan. Akibatnya, T mengalami luka tembak pada bagian kaki kiri dan harus menggunakan kursi roda saat dibawa ke Polsek Pesanggrahan untuk menjalani pemeriksaan.

Keberadaan tersangka berhasil dilacak setelah aksi pencurian sepeda motor Honda Beat di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, terekam kamera pengawas (CCTV). Rekaman itu menjadi petunjuk penting bagi polisi dalam mengidentifikasi pelaku yang saat beraksi bersama rekannya berinisial AT, yang telah lebih dahulu ditangkap.

Menindaklanjuti sejumlah laporan pencurian kendaraan bermotor di berbagai wilayah Jakarta Selatan, Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Pesanggrahan membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan. Hasil pengembangan akhirnya mengarah pada penangkapan T beserta jaringan yang diduga terlibat dalam aksi pencurian.

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkapkan bahwa T berperan sebagai joki atau penunjuk jalan saat aksi pencurian berlangsung, sedangkan rekannya bertugas mengambil kendaraan milik korban. T diketahui merupakan residivis kasus serupa yang pernah ditangkap pada 2024 dan kembali melakukan tindak pidana setelah bebas.

Penyidik juga mengungkap pengakuan awal tersangka yang menyebut telah melakukan aksi pencurian di sekitar 20 lokasi berbeda di kawasan Jakarta Selatan. Selain itu, polisi menyita satu pucuk senjata api rakitan yang diduga digunakan pelaku untuk mengancam atau mengintimidasi korban ketika melancarkan aksinya.

Berdasarkan keterangan awal, tersangka mengaku kembali melakukan pencurian karena alasan desakan ekonomi. Meski demikian, kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain serta keterlibatan pelaku dalam kasus curanmor di wilayah lain.

Akbar Saputra