Wamen Transmigrasi Viva Yoga Dorong Lahirnya Petinju Kelas Dunia pada Kejuaraan Asia di Jakarta
Semangat Viva Yoga terlihat saat petinju putri Indonesia Anggie Intania Chalik berhasil mengalahkan petinju Thailand Pemika Payungkasem pada pertandingan kedua yang digelar usai pembukaan kejuaraan. Kemenangan tersebut disambut tepuk tangan dan sorakan meriah dari para penonton, termasuk Viva Yoga yang tampak antusias memberikan dukungan kepada atlet Merah Putih.
Kejuaraan tinju tingkat Asia yang diikuti atlet dari 21 negara itu secara resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Ajang tersebut menjadi salah satu kompetisi penting bagi petinju muda Asia untuk mengasah kemampuan sekaligus mengumpulkan pengalaman bertanding di level internasional.
Sejumlah pejabat negara dan tokoh olahraga turut menghadiri pembukaan kejuaraan, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Utusan Khusus Presiden Zita Anjani, Presiden Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Ray Zulham Farras Nugraha, Presiden Asian Boxing Pichai Chunhavajira, mantan petinju nasional sekaligus anggota DPD RI Daud Yordan, serta anggota DPR RI Uya Kuya dan Abdul Hakim. Ribuan penonton dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara juga memadati arena pertandingan.
Viva Yoga berharap 19 petinju Indonesia yang tampil pada dua kategori usia dan berbagai kelas pertandingan mampu memberikan prestasi terbaik serta mengharumkan nama bangsa.
"Kita tunjukkan bangsa ini memiliki bibit petinju kelas dunia," kata Viva Yoga.
Menurutnya, kejuaraan internasional seperti Asian Boxing Championships merupakan bagian penting dalam proses pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi, termasuk ajang Olimpiade. Ia sependapat dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bahwa semakin sering atlet bertanding di kompetisi internasional, semakin besar peluang mereka meningkatkan kualitas teknik, mental, dan pengalaman bertanding.
"Kejuaraan ini menjadi ruang belajar, tidak hanya bagi petinju Indonesia tetapi juga petinju dari negara-negara Asia untuk menunjukkan bahwa petinju Asia mampu berbicara di tingkat dunia," ujarnya.
Lebih lanjut, Viva Yoga menilai keberhasilan melahirkan petinju berprestasi harus diawali dengan pembinaan yang berkelanjutan hingga ke daerah. Ia mendorong seluruh pengurus PERBATI di tingkat provinsi dan kabupaten/kota aktif menjaring atlet muda berbakat, termasuk dari wilayah terpencil dan kawasan transmigrasi.
Menurutnya, Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melahirkan petinju berkualitas dari daerah. Ia mencontohkan legenda tinju Indonesia Elyas Pical yang berasal dari Saparua, Maluku, sebagai bukti bahwa talenta besar dapat lahir dari berbagai penjuru Tanah Air.
"Dari pelosok daerah, termasuk kawasan transmigrasi, terdapat potensi bibit unggul yang perlu dibina secara serius agar mampu menjadi petinju kebanggaan Indonesia," katanya.
Di tengah kerasnya persaingan di atas ring, Viva Yoga mengingatkan bahwa nilai sportivitas tetap menjadi fondasi utama olahraga. Ia menegaskan bahwa pertandingan merupakan ajang mengukur kemampuan, sementara persaudaraan antarbangsa harus tetap dijaga.
"Selepas pertandingan kita adalah saudara," tuturnya.
Kejuaraan Asian Boxing Men & Women U-19 dan U-23 Boxing Championships Jakarta 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan tinju Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara event olahraga internasional yang mampu mencetak atlet berprestasi menuju panggung dunia.
Chikita NR
