BNPB dan Menko PMK Tinjau Pengungsian Korban Gempa M7,7 Flores, Kebutuhan Dasar Jadi Prioritas
Manggarai,Monitor Pos - Pemerintah mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno turun langsung meninjau kondisi pengungsi di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin (17/8).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang mengungsi memperoleh perlindungan serta kebutuhan dasar yang memadai. Dalam pertemuan dengan warga, Suharyanto dan Pratikno mendengarkan langsung berbagai kebutuhan yang masih belum terpenuhi di lokasi pengungsian.
Kebutuhan tersebut kemudian dicatat sebagai bahan tindak lanjut BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah. Pemerintah menyadari penanganan pascagempa membutuhkan koordinasi lintas sektor karena titik pengungsian tidak hanya berada di Lapangan Pendidikan Barangkolong, tetapi juga tersebar di sejumlah lokasi.
Satgas Daerah Diminta Segera Dibentuk
Menko PMK Pratikno meminta pemerintah daerah segera membentuk satuan tugas (satgas) daerah untuk memperkuat koordinasi penanganan warga terdampak. Menurutnya, keberadaan satgas penting untuk memastikan bantuan dan pelayanan dapat menjangkau seluruh titik pengungsian secara efektif.
“Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi,” ujar Pratikno.
Sejalan dengan arahan tersebut, BNPB memastikan kebutuhan pengungsian akan segera diperkuat. Bantuan yang disiapkan meliputi tenda keluarga, tenda serbaguna, perlengkapan penunjang, logistik, serta berbagai kebutuhan lainnya.
Sebagian bantuan telah diberangkatkan dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo melalui jalur darat menuju Kabupaten Manggarai. Sementara bantuan dari Jakarta yang sebelumnya dikirim melalui jalur udara telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, dan selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak.
Kepala BNPB Suharyanto menargetkan tenda yang lebih layak segera berdiri di lokasi pengungsian agar warga mendapatkan tempat tinggal sementara yang lebih aman dan nyaman.
“Malam ini kita pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik di sini,” kata Suharyanto.
Dapur Umum Siapkan Makanan Tiga Kali Sehari
Pemenuhan kebutuhan pangan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. BNPB telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendukung operasional dapur umum yang nantinya dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Dapur umum tersebut akan menyediakan makanan bagi para pengungsi sebanyak tiga kali sehari dengan tetap memperhatikan kebutuhan gizi masyarakat terdampak selama berada di pengungsian.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian,” ujar Suharyanto.
Selain pangan, layanan kesehatan juga menjadi prioritas. BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat pelayanan medis di wilayah terdampak, termasuk melalui penambahan tenaga kesehatan dari sejumlah daerah.
Ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis juga akan ditingkatkan sehingga warga terdampak dapat memperoleh pelayanan sesuai kondisi dan kebutuhan mereka.
“Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan dan peralatan penunjang medis,” imbuh Suharyanto.
Bantuan Diserahkan Langsung kepada Pengungsi
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Kepala BNPB menyerahkan bantuan logistik secara langsung kepada warga terdampak di lokasi pengungsian. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan bahwa penanganan pascagempa tidak berhenti pada evakuasi warga, tetapi berlanjut pada pemenuhan kebutuhan tempat tinggal sementara, pangan, kesehatan, logistik, hingga penguatan koordinasi di tingkat daerah.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai kementerian dan lembaga, penanganan pengungsi diharapkan berjalan lebih terkoordinasi sehingga warga terdampak gempa bumi M7,7 Flores dapat melewati masa pengungsian dengan aman dan kebutuhan dasarnya tetap terjamin.
Bima Satria
