BNPB dan PNM Dampingi Penyintas Agam Bangun Usaha Ikan Asap Berbasis Potensi Danau Maninjau

Table of Contents


Agam,Monitor Pos -
 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) memperkuat pemulihan ekonomi penyintas bencana melalui Program Klasterisasi Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau yang dilaksanakan di Hunian Sementara (Huntara) Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu (12/8).

Program pendampingan ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat terdampak bencana untuk bangkit melalui pengembangan usaha olahan ikan berbasis potensi lokal Danau Maninjau.

Kegiatan difokuskan pada pendampingan dan pelatihan pengolahan ikan asap bagi warga penyintas yang tinggal di Huntara Linggai. Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari proses produksi, peningkatan kualitas produk, teknik pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing dan siap dipasarkan secara lebih luas.

Produk utama yang dikembangkan adalah ikan asap dari ikan segar Danau Maninjau yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dan daya simpan lebih lama dibandingkan ikan segar biasa.

Program ini merupakan hasil kolaborasi BNPB dan PNM dengan melibatkan:

  • kelompok masyarakat penyintas Huntara Linggai,
  • pemerintah nagari dan kecamatan setempat,
  • serta unsur pendamping pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pendampingan dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Huntara Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, kawasan yang menjadi tempat tinggal sementara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi sebelumnya.

Danau Maninjau dikenal sebagai salah satu sentra perikanan air tawar di Sumatra Barat. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber penghidupan baru bagi penyintas, sehingga pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian sementara, tetapi juga pada pemulihan ekonomi keluarga.

Melalui pengolahan menjadi ikan asap, hasil perikanan lokal dapat:

  • meningkatkan nilai ekonomi produk,
  • memperpanjang masa simpan,
  • membuka peluang pasar yang lebih luas,
  • serta menciptakan usaha berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.

Selain pelatihan, BNPB dan PNM juga memberikan pendampingan usaha secara berkelanjutan serta dukungan peralatan produksi untuk menunjang proses pengolahan ikan asap.

Pendekatan yang digunakan tidak hanya berupa bantuan sesaat, tetapi diarahkan pada pembentukan klaster usaha masyarakat agar para penyintas dapat saling bekerja sama dalam produksi, pengelolaan, dan pemasaran hasil usaha mereka.

Kolaborasi BNPB dan PNM diharapkan mampu mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga Huntara Linggai, sekaligus menumbuhkan kemandirian usaha berbasis sumber daya lokal.

Program Klasterisasi Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau menjadi contoh bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga para penyintas tidak hanya pulih dari sisi fisik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun kembali kehidupan yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Shap Rijal