BNPB dan PNM Perkuat Pemulihan Pascabencana Agam Lewat Klaster Usaha Ikan Asap Danau Maninjau
Agam,Monitor Pos - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM) mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Agam melalui Program Klasterisasi Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau yang digelar di Huntara Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (12/8).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pascabencana yang melanda wilayah Agam pada November 2025, dengan fokus mengubah para penyintas menjadi pelaku usaha mandiri berbasis potensi lokal.
Dalam kegiatan tersebut, BNPB dan PNM memberikan pelatihan pengolahan ikan asap kepada warga penyintas yang tinggal di hunian sementara. Pelatihan merupakan pertemuan keempat dalam rangkaian pendampingan usaha dan difokuskan pada peningkatan kemampuan produksi agar menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas dan siap dipasarkan.
Produk yang dikembangkan adalah ikan asap berbahan ikan segar Danau Maninjau yang diolah menjadi produk dengan daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi.
Kegiatan dihadiri oleh:
- Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana,
- perwakilan PNM,
- perwakilan Pemerintah Kabupaten Agam,
- kelompok masyarakat penyintas Huntara Linggai yang sedang menjalani proses transformasi menjadi pelaku usaha.
Danau Maninjau dikenal memiliki potensi perikanan yang melimpah, baik dari hasil tangkapan maupun budidaya. Pemanfaatan ikan menjadi produk asap dinilai sebagai strategi yang tepat karena:
- meningkatkan nilai tambah produk perikanan,
- memperpanjang masa simpan ikan,
- membuka akses pasar yang lebih luas,
- serta menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat terdampak bencana.
Pendampingan dilakukan secara komprehensif, mulai dari tahap produksi hingga pemasaran. Materi yang diberikan meliputi:
- teknik pengolahan ikan asap,
- peningkatan mutu dan standar produk,
- pengemasan dan kesiapan produk jual,
- strategi pemasaran dan perluasan jaringan distribusi.
Selain pelatihan, para penyintas juga menerima bantuan peralatan produksi, termasuk oven ikan asap dan perlengkapan pendukung lainnya untuk menunjang keberlanjutan usaha.
BNPB menegaskan bahwa kolaborasi dengan PNM dan Pemerintah Kabupaten Agam merupakan bagian dari pendekatan pemulihan pascabencana berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tidak hanya membangun kembali sarana fisik, tetapi juga memperkuat kemampuan warga agar memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu:
- mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi,
- menghidupkan kembali roda perekonomian lokal,
- menumbuhkan kemandirian penyintas,
- serta menciptakan kelompok usaha baru yang berbasis potensi Danau Maninjau.
Melalui Program Klasterisasi Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau, para penyintas di Huntara Linggai diharapkan dapat segera bangkit dari dampak bencana, memulai usaha secara mandiri, dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik, produktif, serta berdaya saing.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi contoh bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada penciptaan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Shap Rijal
