Ditjen Badilag Gelar Asesmen Calon Wakil Ketua PA dan Mahkamah Syar’iyah, Tekankan Integritas dan Kepemimpinan Peradilan
Jakarta,Monitor Pos ~ Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung resmi membuka tahapan asesmen calon Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) dan Mahkamah Syar’iyah Kelas IA dan IB sebagai bagian dari proses seleksi pimpinan peradilan agama yang berintegritas dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan hukum bagi masyarakat.
Pembukaan asesmen dilakukan oleh Direktur Jenderal Badilag, Muchlis, di Command Center Assessment Center, Gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Dalam sambutannya, Muchlis menegaskan bahwa jabatan Wakil Ketua Pengadilan Agama bukan sekadar posisi administratif, melainkan memiliki peran strategis dalam memastikan tata kelola peradilan berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
“Tugas wakil ketua adalah menjadi motor penggerak utama dalam manajemen peradilan, pengawasan internal, serta penjaminan mutu pelayanan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat pencari keadilan,” ujar Muchlis.
Kebutuhan pimpinan peradilan masih tinggi
Muchlis mengungkapkan bahwa kebutuhan riil jabatan Wakil Ketua PA Kelas IA saat ini mencapai 51 orang, sedangkan peserta yang berhasil bertahan hingga tahap asesmen berjumlah 45 orang.
Sementara itu, untuk Kelas IB, kebutuhan riil tercatat 54 orang, dengan jumlah peserta yang lolos ke tahap asesmen mencapai 64 orang.
Meski terdapat perbedaan antara kebutuhan jabatan dan jumlah peserta, Muchlis memastikan bahwa standar seleksi tidak akan diturunkan.
“Penilaian sampai dengan saat ini kami lakukan secara profesional, akuntabel, dan proporsional tanpa kompromi terhadap kualitas kepemimpinan,” tegasnya.
Lima komponen penilaian
Tahapan fit and proper test disusun secara komprehensif untuk mengukur kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kompetensi peserta.
Adapun bobot penilaian meliputi:
- Wawancara: 70 persen
- E-test: 10 persen
- Assessment: 10 persen
- Hafalan Al-Qur’an: 5 persen
- Penguasaan Teknologi Informasi: 5 persen
Komposisi tersebut dirancang untuk menghasilkan calon pimpinan peradilan yang tidak hanya unggul dalam aspek hukum, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, pemahaman keagamaan, dan literasi digital yang memadai.
Assessment Center diminta objektif
Kepada Tim Assessment Center, Muchlis berpesan agar proses penilaian dilakukan secara objektif, independen, dan berintegritas tinggi.
Ia menilai hasil asesmen akan menjadi dasar penting dalam menentukan pemimpin peradilan agama di masa mendatang.
“Hasil penilaian bapak dan ibu sekalian akan menjadi kompas penentu dalam melahirkan para pemimpin peradilan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental, matang secara emosional, serta memiliki ketulusan dalam melayani masyarakat,” katanya.
Peserta diminta jujur dan optimistis
Kepada seluruh peserta, Muchlis meminta agar mengikuti seluruh rangkaian asesmen dengan kesungguhan, kejujuran, dan optimisme.
Menurutnya, proses seleksi ini merupakan momentum untuk menunjukkan kapasitas, dedikasi, dan integritas diri secara utuh sebagai calon pemimpin lembaga peradilan.
“Tunjukkan kapasitas, dedikasi, dan integritas diri yang utuh, karena dari sinilah tonggak kepemimpinan peradilan masa depan akan dimulai,” pungkasnya.
Hadir secara virtual dan luring
Kegiatan pembukaan asesmen turut dihadiri Asesor SDM Aparatur Ahli Utama Mahkamah Agung, Aco Nur dan Supatmi. Para peserta calon Wakil Ketua PA dan Mahkamah Syar’iyah Kelas IA dan IB mengikuti kegiatan secara luring maupun virtual dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui asesmen ini, Ditjen Badilag menegaskan komitmennya untuk membangun kepemimpinan peradilan agama yang modern, berintegritas, dan responsif terhadap tuntutan pelayanan hukum yang semakin kompleks di era digital.
@Iyus
