Ditjen Badilum MA Perkuat Kompetensi Public Speaking, 58 Satker Dibidik Raih WBK-WBBM
Jakarta,Monitor Pos ~ Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Ditjen Badilum) Mahkamah Agung Republik Indonesia memperkuat kapasitas aparatur peradilan dalam menghadapi evaluasi pembangunan Zona Integritas (ZI). Salah satunya dilakukan melalui Workshop Public Speaking yang digelar pada Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, Bambang Myanto. Workshop ini menjadi bagian dari strategi Ditjen Badilum dalam mendampingi satuan kerja yang tengah membangun dan memperkuat Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Bagi Ditjen Badilum, pembangunan Zona Integritas tidak cukup hanya dibuktikan melalui program, inovasi, dan berbagai pembenahan internal. Kemampuan aparatur dalam mengomunikasikan capaian tersebut secara jelas dan meyakinkan juga menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.
Bukan Sekadar Mampu Bicara
Dalam sambutannya, Bambang Myanto menekankan bahwa kemampuan public speaking merupakan kompetensi strategis bagi aparatur peradilan, terutama ketika harus mempresentasikan program dan inovasi pembangunan Zona Integritas.
Menurutnya, berbagai terobosan yang telah dilakukan satuan kerja perlu disampaikan dengan cara yang tegas, lugas, sistematis, dan mudah dipahami. Dengan demikian, setiap inovasi maupun perubahan yang telah dilakukan dapat tergambar secara utuh di hadapan tim evaluator maupun para pemangku kepentingan.
“Keberhasilan membangun Zona Integritas tidak hanya diwujudkan melalui berbagai program dan inovasi, tetapi juga harus mampu dikomunikasikan secara efektif,” ujar Bambang.
Ia menilai kemampuan komunikasi yang baik akan membantu satuan kerja menjelaskan substansi program, dampak inovasi, serta perubahan kualitas pelayanan yang telah dilakukan.
Karena itu, workshop tersebut tidak sekadar diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga menjadi sarana mempersiapkan aparatur agar mampu menyampaikan transformasi di satuan kerja secara profesional.
58 Satuan Kerja Dibidik Raih Predikat ZI
Bambang menegaskan Ditjen Badilum terus berkomitmen memberikan pendampingan kepada satuan kerja dalam setiap tahapan pembangunan dan evaluasi Zona Integritas.
Workshop public speaking diharapkan menjadi bekal penting bagi aparatur saat menghadapi proses evaluasi, khususnya ketika harus mempresentasikan inovasi, program unggulan, serta hasil nyata pembangunan Zona Integritas.
Ditjen Badilum mencatat terdapat 58 satuan kerja di lingkungan peradilan umum yang menjadi bagian dari proses pembangunan Zona Integritas.
Bambang berharap seluruh satuan kerja tersebut mampu menunjukkan kinerja terbaik sehingga peluang memperoleh predikat WBK maupun WBBM semakin terbuka.
“Harapannya, 58 satuan kerja ini dapat meraih predikat WBK maupun WBBM,” tegas Bambang.
Komunikasi Jadi Bagian dari Transformasi Peradilan
Penguatan kemampuan komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya lebih luas Ditjen Badilum dalam mendorong transformasi birokrasi peradilan.
Satuan kerja tidak hanya dituntut menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu menunjukkan manfaat dan perubahan yang dihasilkan bagi masyarakat. Dengan komunikasi yang efektif, capaian pembangunan Zona Integritas dapat dipresentasikan secara lebih terstruktur dan mudah dipahami.
Melalui workshop ini, Ditjen Badilum berharap aparatur semakin siap menghadapi tahapan evaluasi sekaligus mampu merepresentasikan berbagai perubahan yang telah dilakukan di masing-masing satuan kerja.
Pada akhirnya, penguatan kompetensi tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya lembaga peradilan yang berintegritas, profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan.
@Iyus
