DPD RI Jemput Kehadiran Negarawan, Boediono Siap Hadiri Sidang Bersama Parlemen
Jakarta,Monitor Pos - Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) kembali melakukan langkah diplomasi kebangsaan dengan menyampaikan langsung undangan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI kepada mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-11, Boediono, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin bersama Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai dan Tamsil Linrung. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bagian dari rangkaian silaturahmi kebangsaan menjelang agenda konstitusional tahunan parlemen.
Menjaga Tradisi Silaturahmi Kebangsaan
Sultan menegaskan bahwa kunjungan kepada para tokoh nasional dan mantan pemimpin negara merupakan tradisi penting yang perlu terus dipelihara.
“Hari ini kami kembali bersilaturahmi dengan salah satu tokoh bangsa untuk menyampaikan secara langsung undangan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Tradisi ini penting karena pengalaman dan pandangan para negarawan menjadi sumber inspirasi bagi kami dalam menjalankan amanat konstitusi,” ujar Sultan kepada wartawan usai pertemuan.
Menurut Sultan, keberadaan tokoh-tokoh senior bangsa memiliki arti strategis dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat kualitas pengambilan kebijakan di lembaga perwakilan.
Boediono Dinilai Tetap Aktif Mengikuti Isu Nasional
Dalam pertemuan tersebut, Sultan mengaku terkesan dengan kondisi kesehatan Boediono yang kini berusia 84 tahun. Mantan Wakil Presiden periode 2009–2014 itu dinilai masih mengikuti perkembangan berbagai isu penting, mulai dari ekonomi nasional hingga dinamika geopolitik internasional.
“Pak Boediono adalah sosok yang tenang dan meneduhkan. Meski tidak banyak tampil di ruang publik, beliau masih sangat mencermati perkembangan bangsa dan dunia,” kata Sultan.
Pimpinan DPD RI juga berdiskusi mengenai tantangan ekonomi nasional, ketahanan bangsa, serta pentingnya memperkuat solidaritas nasional di tengah perubahan global yang semakin kompleks.
Pesan Persatuan untuk Menghadapi Tantangan Bangsa
Dalam dialog tersebut, Boediono disebut menyampaikan pesan agar seluruh elemen bangsa terus menjaga persatuan dan memperkuat kerja sama lintas sektor.
“Beliau berpesan agar DPD RI dan seluruh komponen bangsa tetap menjaga persatuan, memperkuat kekompakan, dan meningkatkan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia,” ungkap Sultan.
Pesan tersebut dinilai relevan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ketika semangat persatuan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Siap Hadiri Sidang Bersama 14 Agustus 2026
Sultan juga menyampaikan bahwa Boediono menyatakan kesediaannya untuk menghadiri Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI pada 14 Agustus 2026. Agenda tersebut akan menjadi forum untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Insyaallah beliau bersedia hadir pada Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI untuk menyaksikan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia. Kita doakan beliau senantiasa diberikan kesehatan dan terus memberikan nasihat bagi bangsa ini,” tutur Sultan.
Kehadiran Boediono dipandang sebagai simbol dukungan para negarawan senior terhadap proses demokrasi dan kehidupan ketatanegaraan Indonesia.
Penyerahan Buku Green Democracy
Selain menyerahkan undangan resmi sidang bersama, Sultan turut memberikan buku berjudul Green Democracy kepada Boediono. Buku tersebut mengangkat gagasan mengenai demokrasi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pembangunan hijau.
Boediono menyambut pemberian tersebut dengan antusias.
“Ini buku yang menarik. Saya akan membacanya,” ujar Boediono, yang juga pernah menjabat Menteri Koordinator Perekonomian dan Gubernur Bank Indonesia.
Sundari
