Gempa M7,7 Guncang NTT: 53 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi
NTT,Monitor Pos - Pendataan korban dan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Hingga Minggu (16/8), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 53 orang, sementara ratusan warga lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Minggu (16/8) pukul 16.00 WIB, korban meninggal dunia tersebar di enam wilayah. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 20 orang.
Selanjutnya, korban meninggal tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak empat orang, Ende dua orang, serta Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing satu orang.
Selain korban meninggal, petugas gabungan juga terus melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis kepada warga yang mengalami luka-luka. Total korban luka tercatat sebanyak 137 jiwa. Sebagian korban masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat yang disiapkan di wilayah terdampak.
Ratusan Rumah Rusak
Dampak gempa juga mengakibatkan kerusakan pada ratusan bangunan milik warga. Data sementara mencatat sebanyak 154 rumah mengalami rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah mengalami rusak ringan.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman warga. Sejumlah fasilitas publik turut terdampak, mulai dari bangunan pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan hingga berbagai fasilitas umum lainnya.
Sementara itu, proses pendataan terhadap warga yang terpaksa meninggalkan rumah masih berlangsung. Hingga Minggu (16/8), sebanyak 5.488 jiwa tercatat mengungsi secara terpusat, sedangkan 171 jiwa lainnya memilih mengungsi secara mandiri.
Hampir Seribu Gempa Susulan
Situasi di wilayah terdampak masih diwarnai aktivitas gempa susulan. Tercatat sebanyak 995 kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama, dengan 46 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Kondisi tersebut membuat petugas dan masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan yang mengalami kerusakan bangunan.
Pemerintah Percepat Penanganan Darurat
Merespons bencana tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama jajaran pemerintah dan sejumlah menteri telah tiba di lokasi terdampak. Kehadiran pemerintah pusat diarahkan untuk mempercepat proses penanganan darurat sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
Fokus utama penanganan saat ini adalah pencarian, pertolongan dan evakuasi korban. Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi juga terus dilakukan, termasuk penyediaan makanan, kebutuhan sehari-hari serta layanan kesehatan.
Bantuan untuk warga terdampak mulai disalurkan melalui jalur darat maupun udara. Bantuan logistik dari pemerintah pusat dilaporkan telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).
Total bantuan yang telah disalurkan mencapai 4.925 paket. Distribusi bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak gempa, khususnya warga yang kini masih bertahan di lokasi pengungsian.
Petugas gabungan hingga kini masih berada di lapangan untuk melakukan pencarian dan pertolongan, pendataan kerusakan, penanganan korban luka, serta memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi di tengah ancaman gempa susulan yang masih terjadi.
Bima Satria
