Infrastruktur Listrik dan Telekomunikasi Hampir Pulih Total Pascagempa M7,7 di Flores
Flores,Monitor Pos - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Minggu (15/8) tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Bencana tersebut juga berdampak pada sejumlah infrastruktur vital, terutama jaringan kelistrikan dan telekomunikasi yang menjadi penopang aktivitas masyarakat.
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) melaporkan, proses pemulihan infrastruktur dasar pascagempa hingga Senin (17/8) berjalan optimal. Pemulihan dilakukan untuk memastikan kebutuhan listrik dan komunikasi masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali normal.
Di sektor kelistrikan, Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat telah memulihkan hampir seluruh jaringan yang terdampak. Trafo Gardu Induk (GI) dilaporkan telah pulih 100 persen, sementara tiang listrik dan penyalur yang terdampak telah kembali berfungsi mencapai 98,3 persen.
Pemulihan juga mencakup gardu distribusi. Dari 3.478 unit gardu yang terdampak, sebanyak 99,45 persen telah kembali menyala. Sementara itu, dari total pelanggan di wilayah terdampak, sebanyak 564.065 pelanggan atau 99,4 persen telah kembali memperoleh pasokan listrik.
UP3 Flores Bagian Timur melayani wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Adapun UP3 Flores Bagian Barat mencakup enam kabupaten di daratan Flores bagian barat, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, dan Ende.
Jaringan Telekomunikasi Berangsur Normal
Pemulihan juga dilakukan terhadap jaringan telekomunikasi yang terdampak gempa. Jaringan milik Telkomsel dilaporkan telah kembali berfungsi di sebagian besar wilayah terdampak.
Sejumlah daerah bahkan telah mencatat tingkat pemulihan jaringan lebih dari 90 persen, antara lain Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, Ende, dan Manggarai.
Namun, pemulihan di Kabupaten Manggarai Timur masih menghadapi kendala. Tingkat pemulihan jaringan di wilayah tersebut baru mencapai 76,3 persen, dengan 14 site masih mengalami gangguan.
Pospenas menyatakan percepatan pemulihan infrastruktur menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan aktivitas masyarakat setelah gempa. Selain listrik dan jaringan komunikasi, perbaikan juga diarahkan pada infrastruktur lain, termasuk akses jalan.
Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak terus dilakukan melalui pos komando dengan dukungan Pospenas. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas sosial dan ekonomi kembali berjalan.
Dengan hampir seluruh jaringan listrik dan telekomunikasi kembali berfungsi, proses pemulihan pascagempa Flores memasuki tahap penting: memastikan masyarakat tidak hanya selamat dari bencana, tetapi juga segera kembali menjalani kehidupan secara normal.
Bima Satria
