Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja
Jakarta,Monitor Pos - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat strategi pembangunan ketenagakerjaan nasional dengan meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas pelindungan bagi pekerja. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), transformasi industri, dan tingginya mobilitas tenaga kerja.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan pembangunan ketenagakerjaan harus mampu menjawab tantangan masa depan dengan menghadirkan tenaga kerja yang kompeten, pekerjaan yang layak, serta sistem pelindungan yang adil bagi seluruh pekerja Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah saat menghadiri Dialog Kebangsaan dan Swarna Dwipa Institute Award di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Afriansyah, perubahan yang terjadi di berbagai sektor industri menuntut sumber daya manusia memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi menjadi salah satu prioritas Kemnaker dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Kemnaker juga terus memperkuat peran balai pelatihan vokasi sebagai pusat pengembangan keterampilan. Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga dipersiapkan agar lebih siap memasuki dunia kerja yang terus berkembang.
Selain penguatan kompetensi, Kemnaker memastikan pelindungan pekerja tetap menjadi fokus utama. Pelindungan tersebut mencakup hak atas upah, jaminan sosial ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga penyelesaian perselisihan hubungan industrial secara berkeadilan.
Afriansyah menilai kompetensi dan pelindungan pekerja merupakan dua pilar yang saling melengkapi dalam membangun hubungan industrial yang sehat. Dengan kepastian hak pekerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja, diharapkan iklim usaha tetap kondusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Chikita NR

