Menaker Dorong Sertifikasi Kompetensi Bertaraf Internasional, PTDI Diminta Jadi Pusat Keunggulan SDM Kedirgantaraan
Bandung,Monitor Pos - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi tenaga kerja harus memiliki pengakuan dari dunia industri, bahkan hingga tingkat internasional. Menurutnya, sertifikasi tidak boleh hanya menjadi bukti seseorang telah mengikuti pelatihan, melainkan harus mencerminkan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Menaker saat meresmikan Training Center PT Dirgantara Indonesia (Persero) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-50 PTDI di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).
Yassierli menilai perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial (AI), otomasi, dan transisi menuju ekonomi hijau membuat kebutuhan kompetensi tenaga kerja terus berubah. Karena itu, sistem pelatihan dan sertifikasi harus mengikuti perkembangan teknologi agar lulusan tetap relevan dengan kebutuhan industri.
“Jangan sampai kita hanya memiliki sertifikasi, tetapi sertifikasi itu tidak diakui oleh industri. Kompetensi dan sertifikasinya harus mendapatkan pengakuan, bahkan kalau bisa sampai di tingkat internasional,” ujar Yassierli.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Menaker meminta perusahaan mengembangkan training center menjadi Center of Excellence atau pusat keunggulan pada bidang kompetensi tertentu. Menurutnya, pengalaman, teknologi, dan tenaga ahli yang dimiliki industri dapat menjadi fondasi untuk menciptakan pusat pelatihan yang menjadi rujukan pengembangan kompetensi nasional.
Ia mencontohkan PT Dirgantara Indonesia berpotensi menjadi Center of Excellence untuk kompetensi di sektor kedirgantaraan, sehingga peserta magang maupun pelatihan memiliki kemampuan yang diakui oleh perusahaan lain dalam industri yang sama.
Selain itu, Menaker menekankan pentingnya program pemagangan yang menghasilkan kompetensi terukur, bukan sekadar pengalaman kerja. Ia mendorong perusahaan memperluas kesempatan magang dan pelatihan bagi lebih banyak peserta sebagai bagian dari investasi pengembangan sumber daya manusia.
Keberhasilan pendekatan tersebut, kata Yassierli, sudah terlihat dari 60 teknisi muda yang mengikuti pelatihan di PTDI dan kemudian diterima bekerja di perusahaan penerbangan di Korea Selatan. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa pelatihan yang sesuai kebutuhan industri mampu membuka peluang kerja hingga pasar global.
Menaker juga mengajak dunia industri mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan future skills melalui pelatihan dan pemagangan yang selaras dengan perkembangan teknologi.
“Industri tidak hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi kebutuhan masa depan. Kita ingin perusahaan semakin aktif menjadi bagian dari penyiapan future skills,” katanya.
Menutup sambutannya, Yassierli berharap pengalaman dan keahlian yang telah dibangun PT Dirgantara Indonesia selama lima dekade terus dikembangkan untuk mencetak sumber daya manusia kedirgantaraan Indonesia yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Firman
