Pendiri Yayasan Sekolah di Jakarta Selatan Prihatin atas Temuan 995 Airsoft Gun, Desak Penyelesaian Cepat

Table of Contents

foto dok istimewa
Jakarta,Monitor Pos - Salah satu pendiri yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Yan Sofyan Syafe’i, menyampaikan keprihatinannya atas penemuan 995 pucuk airsoft gun di ruang yang sebelumnya digunakan mantan Ketua Yayasan sekolah tersebut. Ia berharap persoalan itu segera diselesaikan agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan pada Minggu (9/8/2026), Sofyan mengaku sedih atas munculnya persoalan yang menyeret nama lembaga pendidikan yang ikut didirikannya.

“Kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini. Namun kami berharap semuanya dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya,” ujar Sofyan.

Latar Belakang Pendirian Sekolah

Sofyan menjelaskan bahwa sekolah tersebut didirikan dengan tujuan membentuk generasi yang saleh, cerdas, dan berkarakter. Ia menyebut para pendiri yayasan antara lain mantan Wakil Presiden RI Adam Malik, Letjen TNI (Purn) KPH Soerjo Wirjohadipoetro, Mawardi Labay El-Sulthani, dan dirinya sendiri.

Menurut Sofyan, gagasan pendirian sekolah berawal dari arahan Adam Malik yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI untuk memanfaatkan lahan di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran sebagai lokasi pengembangan lembaga pendidikan.

“Visi dan misi kami sejak awal adalah mencerdaskan anak-anak bangsa agar menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya,” katanya.

Harapan agar Pembelajaran Kembali Kondusif

Sofyan berharap kasus tersebut tidak mengganggu keberlangsungan pendidikan di sekolah yang telah lama beroperasi itu. Ia meminta seluruh pihak menempuh penyelesaian yang terbaik demi menjaga tujuan awal pendirian yayasan.

“Harapan kami, sekolah ini dapat kembali berjalan sesuai dengan tujuan pendiriannya,” ujarnya.

Airsoft Gun Diklaim Milik Perusahaan Perbakin

Sementara itu, Alhadid Endar Putra, kuasa IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, menyatakan bahwa 995 pucuk airsoft gun tersebut merupakan milik perusahaannya.

Ia menjelaskan, perlengkapan itu disimpan di gudang sekolah sejak 2020 dalam rangka rencana kerja sama ekstrakurikuler menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah sebelumnya.

Alhadid menegaskan bahwa seluruh airsoft gun tersebut resmi dan memiliki izin. Ia mengaku telah menunjukkan dokumen perizinan kepada pihak kepolisian dan siap melakukan verifikasi lebih lanjut di Polres.

Diduga Terkait Konflik Internal Yayasan

Alhadid juga mempertanyakan munculnya polemik tersebut karena menurutnya pihak yayasan saat ini telah mengetahui keberadaan dan status perizinan airsoft gun tersebut. Ia menduga persoalan mencuat akibat konflik internal kepengurusan yayasan yang terjadi setelah adanya pemberhentian salah satu pembina secara sepihak pada April 2026.

Menurutnya, pergantian kepengurusan dan perebutan kendali fisik yayasan menjadi faktor yang memperkeruh situasi hingga akhirnya temuan airsoft gun itu menjadi perhatian publik.

Sundari