PNBP ESDM Tembus Rp96,26 Triliun, PP AMPG Apresiasi Kinerja Bahlil Lahadalia

Table of Contents


Jakarta,Monitor Pos -
 Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) mengapresiasi kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia setelah realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM mencapai Rp96,26 triliun hingga Juli 2026.

Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al-Idrus, menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan sektor energi tidak hanya mampu mendorong penerimaan negara, tetapi juga perlu diiringi tata kelola yang akuntabel dan transparan.

“PP AMPG mengapresiasi kinerja Pak Bahlil. Ini bukan sekadar soal persepsi atau popularitas, tetapi ada angka dan capaian yang bisa kita lihat bersama,” ujar Said Aldi dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Menurut Said, realisasi PNBP sebesar Rp96,26 triliun hingga Juli 2026 telah mencapai 70,69 persen dari target tahunan Kementerian ESDM sebesar Rp136,18 triliun. Capaian tersebut dinilai menunjukkan kontribusi sektor ESDM yang signifikan terhadap pendapatan negara.

Said juga menilai capaian tersebut melanjutkan tren positif Kementerian ESDM pada tahun sebelumnya. Pada 2025, PNBP sektor ESDM tercatat mencapai Rp138,40 triliun atau 108,56 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp127,48 triliun.

“Kalau tahun lalu target bisa dilampaui dan tahun ini sampai Juli sudah mencapai lebih dari 70 persen target tahunan, tentu ini patut diapresiasi. Penerimaan negara meningkat, dan sektor ESDM memberikan kontribusi nyata bagi negara,” katanya.

Soroti Akuntabilitas dan Transparansi

Selain menyoroti capaian penerimaan negara, Said menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sektor ESDM tidak cukup diukur dari besarnya angka PNBP. Menurut dia, peningkatan penerimaan harus berjalan beriringan dengan tata kelola pemerintahan yang baik.

Salah satu indikator yang diapresiasi PP AMPG adalah keberhasilan Kementerian ESDM mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025.

“Yang kita apresiasi bukan hanya angka penerimaannya. Kementerian ESDM juga mampu mempertahankan WTP. Artinya, peningkatan penerimaan negara harus dibarengi dengan pengelolaan yang akuntabel dan transparan,” ujar Said.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa kinerja sektor energi perlu dilihat secara menyeluruh, baik dari sisi kontribusi terhadap keuangan negara maupun kualitas pengelolaannya.

PP AMPG Siap Kawal Kebijakan ESDM

Sebagai bagian dari organisasi kepemudaan Partai Golkar, Said menegaskan PP AMPG akan terus memberikan dukungan sekaligus masukan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di sektor ESDM.

Menurutnya, pengawalan tersebut diperlukan agar kebijakan energi dan sumber daya mineral tidak berhenti pada pencapaian administratif, tetapi mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ukuran akhirnya bukan seberapa tinggi popularitas seorang pejabat, tetapi seberapa besar kebijakan pemerintah menghasilkan manfaat bagi negara dan masyarakat. Dan untuk capaian yang sudah terlihat hari ini, PP AMPG memberikan apresiasi kepada Pak Bahlil dan seluruh jajaran Kementerian ESDM,” pungkas Said Aldi Al-Idrus.

Dengan realisasi PNBP yang telah mencapai lebih dari 70 persen target tahunan hingga pertengahan tahun, PP AMPG menilai kinerja sektor ESDM masih memiliki ruang untuk terus diperkuat, terutama dalam menjaga penerimaan negara, akuntabilitas, transparansi, dan dampak kebijakan terhadap kesejahteraan masyarakat 

Mutiara NA