RSUD Manggarai Terdampak Gempa M7,7, Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Manggarai NTT,Monitor Pos - Pemerintah bergerak cepat memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan setelah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disiapkan untuk membangun rumah sakit lapangan sebagai solusi pelayanan kesehatan selama masa tanggap darurat.
Gempa menyebabkan sejumlah bagian bangunan dan fasilitas RSUD Manggarai mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayanan pasien maupun administrasi rumah sakit untuk sementara dipindahkan ke area halaman rumah sakit.
Situasi itu ditinjau langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. saat mengunjungi RSUD Manggarai pada Minggu (16/8).
Dalam kunjungan tersebut, Pratikno berdialog dengan jajaran rumah sakit dan pemerintah daerah guna memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat pascagempa.
Rumah Sakit Lapangan Disiapkan
Hasil peninjauan mendorong pemerintah mengambil langkah cepat. BNPB diarahkan segera mendirikan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal.
Lokasi tersebut dinilai cukup aman dan strategis untuk menjadi tempat pelayanan kesehatan sementara bagi masyarakat terdampak, khususnya selama RSUD Manggarai masih dalam proses penanganan dan pemulihan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB akan segera membangun rumah sakit lapangan sebagai solusi alternatif layanan kesehatan sementara RSUD Manggarai,” ujar Pratikno.
Menindaklanjuti arahan tersebut, BNPB akan segera mempersiapkan pembangunan rumah sakit lapangan sekaligus memberikan dukungan terhadap kebutuhan pelayanan medis di wilayah terdampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait agar pelayanan kesehatan masyarakat tidak terhenti.
“Kita segera bangun dan akan terus berkoordinasi. Sesuai arahan Bapak Menko, kita juga akan memberikan dukungan lainnya, termasuk kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” kata Suharyanto.
Infrastruktur Rumah Sakit Ikut Ditangani
Selain membangun fasilitas kesehatan darurat, BNPB juga akan mendukung penanganan infrastruktur RSUD Manggarai yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Langkah tersebut dilakukan secara paralel agar fasilitas kesehatan utama di wilayah tersebut dapat dipulihkan secara bertahap. Pemerintah berharap pelayanan di RSUD Manggarai dapat kembali berjalan normal setelah kondisi bangunan dinyatakan aman.
Penanganan tidak hanya difokuskan pada fasilitas kesehatan. Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap menjadi bagian penting dalam respons darurat.
Pendataan Diminta Akurat
Pratikno menegaskan pemenuhan kebutuhan pasien dan masyarakat terdampak harus menjadi prioritas. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai diminta segera melakukan pendataan secara menyeluruh dan akurat.
Pendataan mencakup dampak terhadap masyarakat, fasilitas kesehatan, maupun berbagai fasilitas pelayanan publik lainnya. Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan bentuk dan besaran bantuan yang diperlukan.
“Kami minta pendataan ini segera dilakukan secara akurat, sehingga berbagai dukungan yang dibutuhkan dapat segera kita laksanakan,” tutur Pratikno.
Dengan langkah tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, BNPB, Kementerian Kesehatan dan kementerian/lembaga terkait terus memperkuat penanganan terpadu pascagempa.
Selain memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia, pemerintah juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga dan mempercepat pemulihan fasilitas publik yang terdampak. Rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal menjadi salah satu langkah darurat untuk memastikan masyarakat Manggarai tetap mendapatkan layanan kesehatan di tengah proses pemulihan RSUD Manggarai.
Bima Satria
