Sidak DPRD Karanganyar ke SPPG Jati: Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Sesuai SOP BGN Usai Insiden Ayam Bermasalah

Table of Contents

foto dok istimewa
Karanganyar,Monitor Pos - Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karanganyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Kamis (20/8/2026). Sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas insiden ditemukannya olahan daging ayam yang bermasalah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.

Dalam sidak tersebut, rombongan Komisi D didampingi dinas terkait dan bertemu langsung dengan Kepala SPPG Jati, Abra Yodha Raya, untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memastikan seluruh proses produksi makanan telah sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Tekankan Kepatuhan SOP dan Kualitas Bahan Baku

Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Ali Akbar, mengatakan sidak bertujuan mengingatkan pihak SPPG agar menjalankan Program MBG sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (Juknis) BGN.

Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas bahan baku harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami mengingatkan agar seluruh bahan yang digunakan memiliki kualitas yang baik sesuai juknis BGN terbaru. Kalau ada satu atau dua bahan yang sudah tidak layak, tentu tidak boleh digunakan," ujar Ali.

Selain kualitas makanan, Komisi D juga menyoroti pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pengelolaan limbah diminta memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2025 agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Penarikan Makanan Dinilai Langkah Cepat dan Tepat

Sidak ini dilakukan setelah insiden pada Rabu (12/8/2026), ketika SPPG Jati menarik menu MBG yang sudah didistribusikan usai menerima laporan adanya dugaan olahan ayam bumbu rempah yang bermasalah.

Kepala SPPG Jati, Abra Yodha Raya, mengaku mengetahui adanya indikasi masalah saat mencicipi menu tersebut sebelum dikonsumsi penerima manfaat. Tak lama setelah mencicipi, ia mengalami mual dan muntah sehingga memutuskan menghentikan distribusi serta menarik makanan yang telah terlanjur dibagikan.

Komisi D menilai keputusan tersebut merupakan langkah penanganan yang cepat dan sesuai prinsip kehati-hatian untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Target "Zero Accident" Program MBG

Ali Akbar menegaskan, Badan Gizi Nasional menargetkan pelaksanaan Program MBG mencapai zero accident, sehingga seluruh penyelenggara harus memprioritaskan keamanan pangan.

"BGN sedang mengupayakan zero accident. Kalau bisa kasus keracunan benar-benar ditekan semaksimal mungkin. Kepala SPPG juga menyatakan siap lebih mencermati seluruh SOP yang berlaku," katanya.

Supplier Diputus, IPAL Diperbaiki

Menindaklanjuti insiden tersebut, Kepala SPPG Jati, Abra Yodha Raya, menyampaikan pihaknya telah memutus kerja sama dengan pemasok daging ayam yang menjadi sumber bahan baku saat kejadian.

Selain itu, SPPG Jati juga melakukan perbaikan sistem IPAL agar pengelolaan limbah tidak lagi menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Dengan evaluasi menyeluruh ini, DPRD Karanganyar berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Jati kembali berjalan aman, memenuhi standar keamanan pangan, serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh penerima program.

Pangestu