Awas Ada PKI Tanpa Bentuk

Table of Contents

AWAS ADA PKI TANPA BENTUK!

by : M Rizal Fadillah

Penghilangan atau pembongkaran diorama penumpasan G 30 S PKI di Museum Dharma Bhakti Kostrad pada bulan September 2021 oleh Pangkostrad saat itu Letjen Dudung Abdurachman konon atas permintaan mantan Pangkostrad Letjen Azmyn Yusri Nasution. Di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Patut untuk diusut baik dari sisi politik yang diduga pro-PKI dan sisi hukum yakni melakukan tindak pidana pencurian dan atau perusakan benda museum.

Pembongkaran 5 tahun lalu telah dicurigai oleh Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai kerja "penyusupan PKI di TNI". Meski dibantah oleh "Jenderal Baliho" Dudung Abdurachman akan tetapi sulit untuk menepis bahwa pembongkaran diorama sejarah tersebut adalah hasil persekongkolan jahat. Alasan keagamaan yang didalihkan sangat tidak rasional dan mengada-ada.

Tiga figur dalam diorama adalah pelaku sejarah penumpasan gerakan makar 30 September 1965 PKI. Ketiganya adalah Jenderal TNI AH Nasution, Mayjen TNI Soeharto dan Kol Inf Sarwo Edhie Wibowo. Penumpasan cepat atas upaya kudeta  PKI yang diawali dengan kekejian penculikan dan pembantaian perwira tinggi TNI. Memfitnah dan mengadu domba. PKI berbahaya dulu, kini, dan mendatang. Diorama museum memberi pelajaran untuk generasi mendatang.

Letjen Purn Azmyn Yusri Nasution tidak berhak begitu saja membawa benda museum dan mungkin menghancurkannya. Letjen Dudung Abdurachman tidak berwenang mengizinkan benda museum sejarah untuk dibawa dan atau dihancurkan. Sebatas klaim tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Motif Dudung Abdurachman "pendosa KM 50" mesti diusut tuntas.

Joko Widodo alias Jokowi adalah Presiden untuk periode keduanya. Jor-joran membela aktivis dan keluarga PKI yang dalam pandangannya menjadi korban pelanggaran HAM berat TNI. Ada Kepres dan Inpres yang ia keluarkan. Sebelumnya RUU HIP yang berbau komunis telah mendapat perlawanan keras dari umat Islam. Hampir saja MUI mengeluarkan fatwa masirah kubro atau dorongan untuk demo besar-besaran.

Dua jalan pemulihan sejarah Kostrad dapat ditempuh, yaitu :

Pertama, Prabowo perintahkan buat kembali diorama tiga tokoh di atas untuk mengisi museum Dharma Bhakti Kostrad. Itu andai yang dahulu sudah dihancurkan.

Kedua, periksa dan minta pertanggungjawaban politik dan hukum tiga tokoh pembongkar yaitu Dudung Abdurachman, Azmyn Yusri Nasution, dan Joko Widodo. Investigasi juga kemungkinan keterlibatan pihak lain sebagai penyerta atau aktor intelektual.

Sejarah tidak boleh dirusak oleh mereka yang terhubung dengan kepentingan PKI masa lalu dan masa kini.

PKI partai dan PKI tanpa bentuk.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 27 September 2026