BNPB Catat Sejumlah Karhutla di Berbagai Daerah, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Table of Contents


Jakarta,Monitor Pos - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia dalam periode Jumat (11/9/2026) hingga Sabtu (12/9/2026) pukul 07.00 WIB. Seluruh kejadian mendapat penanganan cepat dari BPBD bersama tim gabungan di daerah masing-masing, sementara masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering.

Berdasarkan laporan BNPB, karhutla terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan dengan luas lahan terbakar yang bervariasi. Sebagian besar titik api berhasil dipadamkan, namun kondisi cuaca kering masih berpotensi memicu kebakaran di sejumlah wilayah.

Karhutla di Sulawesi Tengah Berhasil Dipadamkan

Kejadian pertama dilaporkan di Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Silondu, Kecamatan Basi Dondo. Titik api terpantau pada Kamis (10/9/2026) dan membakar lahan seluas 3,6 hektare.

BPBD Kabupaten Toli-Toli bersama tim gabungan segera mengerahkan personel pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan darurat. Hingga Jumat (11/9/2026), api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman.

Mahakam Hulu Kendalikan Kebakaran Lahan Satu Hektare

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Mahakam Hulu, Kalimantan Timur, pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.50 WITA di Desa Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.

Kebakaran menghanguskan sekitar 1 hektare lahan. Tim pemadam kebakaran berhasil mengendalikan dan memadamkan api pada Jumat (11/9/2026). Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Dua Wilayah Sulawesi Selatan Dilanda Karhutla

Di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, titik api muncul pada Jumat (11/9/2026) di kawasan Perumahan Kelapa Gading, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki. Kebakaran membakar sekitar 1 hektare lahan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Parepare dan Dinas Pemadam Kebakaran bergerak cepat hingga api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman terkendali.

Sementara itu, karhutla juga terjadi di Kota Palopo, tepatnya di Kelurahan Sendana, Kecamatan Sendana. Berdasarkan laporan warga, api terlihat pada Jumat (11/9/2026) dan dengan cepat merambat akibat kondisi lahan yang kering.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 2 hektare lahan sebelum dilakukan upaya penanganan oleh petugas di lapangan.

BNPB Imbau Masyarakat Cegah Karhutla Sejak Dini

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hidrometeorologi kering, khususnya kebakaran hutan dan lahan. Karhutla dinilai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial di wilayah terdampak.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, termasuk untuk membuka lahan pertanian. BNPB juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah meluasnya kebakaran.

Ali Amran