BNPB Percepat Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat, 38.310 Hektare Lahan Terbakar

Table of Contents


Kubu Raya,Monitor Pos - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. memimpin langsung rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (4/9). Pemerintah pusat dan daerah sepakat mempercepat upaya pemadaman melalui operasi darat, udara, serta operasi modifikasi cuaca (OMC) guna menekan meluasnya kebakaran.

Rapat strategis tersebut dihadiri Menteri Kehutanan, Gubernur Kalimantan Barat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pertemuan membahas kondisi terkini Karhutla sekaligus menyusun langkah terpadu untuk mempercepat pengendalian kebakaran dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.

Kepala BNPB mengungkapkan, hingga saat ini total luas lahan yang terdampak kebakaran di Kalimantan Barat mencapai 38.310 hektare. Namun, Suharyanto menegaskan bahwa tidak seluruh titik panas (hot spot) yang terdeteksi satelit merupakan lokasi kebakaran aktif sehingga diperlukan verifikasi langsung di lapangan.

“Kemarin ada 166 hot spot. Setelah dipatroli secara visual, hanya 61 yang merupakan fire spot atau titik api,” ujar Suharyanto.

Dari 61 titik api tersebut, diperkirakan sekitar 802 hektare lahan terbakar. Tim gabungan berhasil memadamkan 429 hektare melalui operasi darat dan 3 hektare melalui operasi udara. Sementara itu, efektivitas pemadaman udara pada hari sebelumnya terkendala jarak pandang yang kurang dari satu kilometer akibat kabut asap.

Untuk memperkuat penanganan Karhutla, BNPB mengerahkan berbagai unsur dalam Satuan Tugas (Satgas) gabungan yang melibatkan instansi pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga relawan. BNPB juga terus menambah dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan armada udara sesuai kebutuhan di lapangan.

Saat ini, Satgas udara didukung 2 helikopter patroli, 2 helikopter operasi modifikasi cuaca, dan 9 helikopter water bombing. Selain itu, pemerintah akan menerima tambahan 3 helikopter Chinook dari Pasukan Bela Diri Jepang yang dijadwalkan tiba pada Rabu mendatang untuk memperkuat operasi pemadaman.

Pemerintah juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan potensi pertumbuhan awan hujan pada 5–9 September di wilayah Kalimantan Barat.

“Kita masih berjuang memadamkan api. Ada informasi dari BMKG tanggal 5 sampai 9 ada bibit pertumbuhan awan hujan. Akan dilakukan OMC agar hujan turun cukup deras,” kata Suharyanto.

Langkah percepatan ini diharapkan mampu mempercepat pemadaman titik api, mengurangi kabut asap, serta melindungi masyarakat dan kawasan hutan dari dampak Karhutla yang masih mengancam sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Rahmawati