Gunung Ibu di Maluku Utara Erupsi, Kolom Abu Membubung 500 Meter

Table of Contents

foto dok istimewa akun Threads Badan Geologi
Halmahera,Monitor Pos -
 Gunung Ibu yang berada di Pulau Halmahera, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) malam. Letusan tersebut memunculkan kolom abu vulkanik yang teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak gunung.

Badan Geologi melaporkan erupsi terjadi pada pukul 22.48 WIT. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan bergerak condong ke arah utara serta timur laut.

“Telah terjadi erupsi G. Ibu, Maluku Utara pada tanggal 06 September 2026 pukul 22:48 WIT dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 1.825 m di atas permukaan laut),” tulis keterangan akun Threads Badan Geologi yang dikutip detikcom, Senin (7/9/2026).

Erupsi tersebut juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter dan durasi sementara sekitar 38 detik. Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi Gunung Ibu masih berlangsung.

Badan Geologi menyatakan Gunung Ibu saat ini berada pada Status Level II atau Waspada. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi ketentuan keselamatan yang telah ditetapkan.

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, terdapat perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.

Jika terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung hidung atau masker serta kacamata untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Badan Geologi juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

“Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah,” jelas Badan Geologi.

Aisyah