Jalan Tembus Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027, Pemprov DKI Kebut Proyek yang Mangkrak Belasan Tahun
Jakarta,Monitor Pos - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalan tembus yang membentang sejajar rel kereta api dari Jalan Kemuning, Pasar Minggu, hingga Jalan Rawajati di dekat Kantor Badan Intelijen Negara (BIN), Jakarta Selatan, selesai pada 2027. Proyek sepanjang 1,7 kilometer ini diproyeksikan menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurai kemacetan kronis di kawasan Pasar Minggu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan percepatan proyek akan dilakukan setelah pembebasan lahan menunjukkan perkembangan signifikan. Saat meninjau lokasi pada Senin (14/9/2026), Pramono menyebut jalan baru tersebut akan memiliki lebar antara 18 hingga 23 meter, sehingga mampu menampung arus kendaraan secara lebih optimal.
“Kalau jalan ini bisa diselesaikan di tahun 2027, maka manfaatnya besar sekali karena panjangnya 1,7 kilometer dan lebarnya 18 sampai 23 meter,” ujar Pramono.
Proyek Lama yang Kembali Dipercepat
Pembangunan jalan tembus ini bukan proyek baru. Program tersebut telah direncanakan sejak 2013 pada masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo, namun tertunda selama lebih dari satu dekade akibat kendala pembebasan lahan.
Pramono mengaku terkejut mengetahui proyek tersebut belum juga terealisasi meski telah melewati delapan periode kepemimpinan gubernur di Jakarta. Hal itu, menurutnya, menjadi alasan pemerintah saat ini memprioritaskan penyelesaiannya.
“Jalan ini sudah melewati delapan gubernur dan belum selesai. Itu yang membuat saya tertarik untuk mendalami dan memastikan proyek ini dituntaskan,” katanya.
Pembebasan Lahan Capai 70 Persen
Pemprov DKI mencatat proses pembebasan lahan kini telah mencapai 70 persen. Sisa 30 persen ditargetkan rampung pada akhir 2026 agar pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai dan selesai sesuai target pada tahun berikutnya.
Pramono memastikan kesepakatan mengenai nilai ganti rugi lahan telah dicapai melalui proses appraisal. Saat ini, proses hanya tinggal melengkapi dokumen administrasi dari warga terdampak.
Ia optimistis dukungan Kantor Wilayah ATR/BPN DKI Jakarta akan mempercepat penyelesaian seluruh tahapan administrasi pembebasan lahan.
ATR/BPN Kebut Penyelesaian Administrasi
Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN DKI Jakarta Lutfi Zakaria mengatakan proses penetapan harga ganti rugi telah selesai melalui musyawarah dengan perwakilan masyarakat.
Menurut Lutfi, fokus saat ini adalah mengumpulkan berkas administrasi warga agar proses pembebasan lahan dapat dituntaskan paling lambat akhir November atau awal Desember 2026.
“Kami berharap masyarakat segera melengkapi data-data administrasi sehingga seluruh proses bisa selesai sesuai target,” ujar Lutfi.
Jadi Jalur Alternatif dan Tingkatkan Keselamatan
Jalan tembus Pasar Minggu–Rawajati dirancang menjadi jalur alternatif bagi kendaraan yang selama ini bertumpu pada ruas Jalan Pasar Minggu, salah satu titik kemacetan terpadat di Jakarta Selatan.
Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, Pemprov DKI juga berencana menutup perlintasan sebidang Simpang Volvo setelah jalan baru beroperasi. Penutupan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan karena perlintasan tersebut dinilai kerap menimbulkan kecelakaan sekaligus menyebabkan antrean panjang kendaraan.
Ali Amran