Quo Vadis Prabowo?

Table of Contents

QUO VADIS PRABOWO ?

by : M Rizal Fadillah

Setelah memecat dengan tidak hormat Menkeu Purbaya tanpa penjelasan yang memadai dari si jago omon Prabowo, maka kini opini justru berpihak pada Purbaya dan menyudutkan Prabowo.

Dari cara memberhentikan, maka ada aroma nafsu kuasa angkara murka Prabowo bak macan lansia yang bernafas terengah-engah. Ada apa ? Tidak penting juga, karena tontonan kebodohan sudah terlalu sering ditampilkan oleh Prabowo.

Prabowo tentu tidak sendiri, ada pembisik maut yang menghembuskan hasutan sehingga keputusan Prabowo itu menubruk etika dan kedewasaan.

Memberhentikan saat menjalankan tugas rapat dengan DPD RI lalu tiba tiba memecat dari ujung telepon jelas tidak etis. Prabowo itu sudah berusia lanjut tetapi seperti anak kecil yang membanting mainan karena kesal. Purbaya dibanting dan ditendang-tendang.

Quo vadis Prabowo ? Mau kemana kaki itu akan engkau langkahkan ?

Pertama, ke-otoritarianisme. Membangun budaya sentralistik "Prabowo can do no wrong" beda 1 % saja dengan Tuhan. Seenaknya main pecat  tanpa basis perasaan dan kemauan rakyat. Yang dituntut pecat oleh rakyat malah dipertahankan dan dipuji-puji. Prabowo mempertuhankan dirinya. Rupanya inilah karakter Islam ala Prabowo.

Kedua, Jokowisme. Memberi ruang besar bagi antek-antek Jokowi. Di samping berjibun menteri berada di bawah kendali Jokowi, kini satu menteri lagi dilantik. Suahasil Nazara adalah Wamenkeu pilihan Jokowi untuk mewakili Sri Mulyani dan "mengganjal" Purbaya di era Prabowo. Suahasil dari Nazaret eh dari geng Solo.

Ketiga, oligarkisme. Prabowo kembali menjadi penguat dominasi oligarki. Purbaya disambut kehadiran sebagai Menkeu dan diharapkan untuk menguras dominasi oligarki. Menjadi tangan harapan rezim Prabowo. Pemecatan atas dugaan pesanan oligarki menempatkan Prabowo sebagai pembawa bendera oligarkisme. Bohong besar jika Prabowo adalah pejuang rakyat.

Nah, quo vadis Prabowo? Prabowo sedang berlari menjauhi rakyatnya. Ia pasang badan untuk dirinya sendiri, Jokowi, dan oligarki. Siap beradu dengan aspirasi dan kepentingan rakyat. Program kerakyatannya manipulatif. MBG adalah program menggendutkan kaum borjuasi, polisi, dan TNI. KMP menghancurkan ekonomi masyarakat bawah.

Prabowo itu londo coklat yang tanpa sadar telah menjadi musuh rakyat.

Quo vadis Prabowo ? Ia bergerak ke arah agama kaum pendusta, penguasa penentu segala, pengusaha pengeruk aset negara, tentara perusak citra, dan politisi penikmat kuasa.

Prabowo bukan pemimpin Bumi Putera, ia lebih suka bergaul dengan Komunis Cina, Zionis Israel, dan Kapitalis Amerika.

Bye bye Wo....Bye bye Wo...Go to hell with your tyrant..!

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 16 September 2026