Saking Gobloknya Jadi Tolol Hwa Ha Ha
SAKING GOBLOKNYA JADI TOLOL HWA HA HA
by : M Rizal Fadillah
Kini giliran para pakar yang kena semprot Presiden Prabowo. Setelah berapi-api pidato menyatakan saya-saya dan rakyat-rakyat, akhirnya sampai juga pada pakar-pakar. Ujungnya kata Prabowo saking pintarnya pakar-pakar itu jadi goblok. Nah, hal itu tentu mengarah pada pengeritik program programnya. Begitulah jika Prabowo pidato tanpa teks mesti ada saja slip yang bukan keseleo, tapi konsekuensi dari emosi yang membakar lidahnya sendiri.
Pidato dalam acara Harlah PAN ke-28 di JICC Jakarta, 18 September 2026 itu memang menyinggung sikap kritis kaum intelektual yang menurutnya masuk ke ruang fitnah. Namun tidak jelas fitnah mana dan bagaimana yang dikaitkan kritik programnya itu. Menjadi semakin banyak bukti jika pidato tanpa teks Prabowo sering terpancing oleh tepuk tangan audiens dan celetukan responsif khas kumpulan massa.
Andai saja ada pakar-pakar atau kaum intelektual yang dimaksud Prabowo hadir dalam acara tersebut mungkin juga sambil ikut tertawa mereka menyatakan ini Presiden saking gobloknya kok jadi tolol. Diksi kasar berbalas kasar, maklum pakar-pakar dan presiden goblok he hee.
Netizen mengingatkan kepakaran Prabowo yang jago hitung 10+6=17 dan upah mengupas bawang 700 rb per kilo. Ada juga laporan kerugian bangsa 100 trilyun per tahun, jadi 5 tahun itu 1000 trilyun, Ups.
Pidato Prabowo selalu bicara "saya" adalah gambaran dari NPD. Teringat seorang Kyai menyatakan bahwa ada tiga sosok yang sering menyebut "saya" yang pertama Iblis, kedua Fir'aun, dan ketiga bapak !
Narcissistic Personality Disorder adalah penyakit berbahaya karena selalu melempar kesalahan pada orang lain, sementara diri tidak pernah salah, hebat, heroik, dan paling tahu segalanya.
Makanya muncul usulan Pak Prabowo perlu periksa medis atas stabilitas emosi dan faktor kejiwaan lainnya. Rakyat harus yakin memiliki Kepala Negara yang sehat intelektual, mental, dan moral. Jika sopir kendaraan tidak fit baik fikiran maupun jiwanya, maka dipastikan kendaraan akan oleng lalu terjadilah kecelakaan yang fatal.
Sadarkah Pak Presiden ada sindiran atau parodi saat mendengar pidato Prabowo yang (di)minta untuk menjadi Presiden kembali tahun 2029, maka anak mbg berseragam sekolah dengan gerak kemayu menimpali dengan lagu dangdutnya Rita Sugiarto :
"Jangan, jangan, jangan lagi
Sudah, sudah, sudah tak mau lagi
Dulu yang kupuja-puja
Dulu yang kumanja-manja ha ha ha aha
Jangan, jangan, jangan datang lagi
Sudah, sudah, sudah tak mau lagi"
Sudahlah Pak Prabowo moga salah hitung 1+1=5. Jabatan 1 tahun tambah 1 tahun jadi 5 tahun. Maka selesailah pada Oktober besok.
Weleh boro-boro 2 periode pak, 1 periode saja memimpin bangsa dengan gaya dan kebijakan yang brat bret brot.
"Jangan, jangan, jangan datang lagi
Sudah, sudah, sudah tak mau lagi"
Nanti saking gobloknya jadi tolol, hwa ha ha
*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 22 September 2026
