Surat Terbuka Untuk Presiden Prabowo Dari Azzam Mujahid Izzulhaq

Table of Contents

Surat terbuka ini diposting di akun X milik Azzam Mujahid Izzulhaq pada tanggal 22 Desember 2026

Surat Terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tentang Imbauan Etika Kepemimpinan dan Penggunaan Penataan Tutur Kata di Ruang Publik

Bapak Presiden Republik Indonesia @prabowo yg saya hormati,

Sebagai bagian dari warga negara yg mencintai Republik Indonesia, saya menulis surat terbuka ini atas dasar kepedulian mendalam terhadap martabat kepemimpinan nasional dan masa depan etika berbangsa kita.

Amanat yg diletakkan di atas pundak seorang Presiden bukan hanya tentang mengelola roda pemerintahan dan pembangunan fisik, melainkan juga tentang menjaga etika, keteladanan, serta kehormatan dalam setiap tutur kata dan tindakan di ruang publik. Presiden adalah wujud representasi tertinggi dari karakter, budaya, dan nilai-nilai luhur bangsa.

Namun, dengan rasa prihatin yg mendalam, masyarakat akhir-akhir ini kerap menyaksikan penggunaan diksi, pilihan kata, maupun penyampaian dari Bapak Presiden di ruang publik yg tergolong kasar, emosional, dan kurang pantas.

Kami memahami bahwa dinamika pemerintahan dan tekanan tugas seorang Kepala Negara sangatlah berat. Namun, tidak ada alasan atau pembenaran apa pun—baik kekecewaan, kekesalan, maupun tingginya tekanan kerja—yg layak membenarkan seorang Presiden mengucapkan kata-kata yg mencederai kesantunan dan budaya Nusantara kita.

Setiap ucapan yg keluar dari seorang Kepala Negara memiliki bobot pengaruh g luar biasa. Ketika diksi yg tidak pantas diucapkan secara terbuka, hal tersebut tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan dan kekecewaan publik, tetapi juga memberikan preseden buruk serta contoh yg tidak mendidik bagi generasi muda bangsa ini.

Oleh karena itu, melalui surat terbuka ini, dengan penuh rasa hormat namun tegas, kami mendorong Bapak Presiden untuk melakukan evaluasi dan koreksi diri, menyadari dampak dari setiap tutur kata di ruang publik dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada rakyat Indonesia atas ketidaknyamanan yg telah ditimbulkan dan berkomitmen penuh untuk senantiasa mengendalikan emosi, menggunakan bahasa yg santun, bermartabat, serta mencerminkan keluhuran etika kepemimpinan nasional dalam setiap kesempatan.

Surat terbuka ini disampaikan bukan atas dasar kebencian, melainkan sebagai bentuk teguran tulus dan kecintaan rakyat kepada institusi Kepresidenan serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami merindukan sosok pemimpin yg tidak hanya tegas dalam bekerja, tetapi juga anggun dan menjadi teladan dalam bertutur kata.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk, hikmah, dan kesabaran kepada Bapak Presiden dalam memimpin bangsa yg besar ini.

Terima kasih atas perhatian Bapak Presiden.

Hormat saya,
Azzam Mujahid Izzulhaq

Cc:
@KemensetnegRI
@setkabgoid