Gibran Tamat, Jokowi Kiamat, Indonesia Selamat

Table of Contents

GIBRAN TAMAT, JOKOWI KIAMAT, INDONESIA SELAMAT

by M Rizal Fadillah
*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Termul dan pendukung Gibran mulai kalang kabut dan panik membaca masa depan. Sulit bermimpi bahwa 2029 menjadi tahun Gibran. Yang terjadi justru tahun 2027 Gibran sudah out dari dunia persilatan. Namanya hilang dan kalaupun masih terngiang sudah sangat berbau busuk. Semua orang menutup hidung. Hanya sang ayah yang tidak bisa menutup hidung karena hidungnya terus memanjang. Bohongnya tidak bisa dihentikan.

Bola yang ditendang MK ke DPR menyebabkan hangat bahkan panas ruangan DPR. Meski reses tetapi aspirasi terus datang ke fraksi-fraksi yang terpaksa harus memindahkan ruangan ke kantor DPP masing-masing. Mainstream aspirasi adalah minta Gibran dimakzulkan akibat catatan pendidikan yang buram. Produk tipu-tipu dan kongkalikong KPU, Bawaslu, dan Dikdasmen dengan dirigen Presiden, bokapnya Gibran sendiri. Luar biasa kejahatan saat itu.

GIBRAN TAMAT

Kini saatnya Gibran untuk tamat. DPR tidak mungkin diam setelah dilempa MK. Gempuran bertubi-tubi membuat DPR akan menggunakan haknya, apakah hak interpelasi, hak angket, atau hak menyatakan pendapat. Hak menyatakan pendapat digunakan sebagai radikal break, akan tetapi hal ini kecil kemungkinan akan diambil DPR. Hak angket merupakan pilihan rasional dalam menjaga wibawa DPR. DPR akan memeriksa sendiri keabsahan dokumen Gibran. Hasilnya setuju Gibran dimakzulkan.

JOKOWI KIAMAT

Sejak hak angket dijalankan Pansus, Jokowi gelisah. Keringatnya dingin, wajah membengkak, dan mata terbelalak. Para Menteri kepanjangan tangannya tidak berdaya apa-apa. Ketum partai menjadi Brutus pembawa pisau yang siap menghabisi. Prabowo dan Teddy tidak bisa diandalkan lagi. Jokowi ditinggal sendiri berlari kesana-sini. Anak pelanjut dinasti tidak mungkin terlindungi. Efek domino sangat mencemaskan. Tamat Gibran menjadi awal dari bencana keluarga.  Pintu penjara mulai terbuka.

INDONESIA SELAMAT Alif ba ta penyelamatan bangsa adalah membuang sampah. Jokowi dan keluarga meski sederhana tapi merusak. Menjadi sampah hukum, etika dan moralitas. Keruwetan bangsa dan negara hingga saat ini akibat dari ulah keluarga sang penimbun harta yang ingin terus berkuasa. Pemerintahan Prabowo harus mampu memotong ambisi dan membersihkan pengaruh Jokowi dan famili. Keselamatan didapat dengan memulihkan kedaulatan rakyat. Oligarki warisan Jokowi harus dihabisi tanpa sedikitpun toleransi.

Prabowo jika berniat ingin menyelamatkan Indonesia harus serius berpihak pada kekuatan rakyat. Melepas Jokowi, Gibran dan antek-anteknya. Bukan saatnya lagi untuk berbusa-busa dalam retorika. Rakyat masih ragu karena Listyo, Tito, dan Pratikno masih dalam pelukan. Belum lagi Luhut, Dudung, dan Agus. Sementara Setyo Budhiyanto tidak pernah mau menyentuh Joko Widodo.

Ujian terdekat adalah makzulkan Gibran, tangkap dan adili Jokowi. Prabowo jangan abai dan buang waktu karena jika terlambat, maka waktu itu yang akan menghukum.

Makzulkan Prabowo Gibran, tangkap dan adili Jokowi. Penyelamatan Indonesia segera dimulai.

Bandung, 15 Oktober 2026