Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Selimuti Permukiman di Seram Bagian Timur, Sejumlah Sekolah Pulangkan Siswa Lebih Awal

Table of Contents


Seram Bagian Timur, Monitor Pos -  Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah kawasan permukiman penduduk di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Kondisi tersebut memicu kewaspadaan masyarakat, terutama terhadap dampak kualitas udara yang berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan aktivitas sehari-hari,Senin ( 12/10/2026 )

Meski kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah, sebagian masyarakat masih menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun, di sektor pendidikan, beberapa sekolah mengambil langkah antisipatif dengan memulangkan siswa lebih awal. Bahkan, sejumlah sekolah dilaporkan mulai meliburkan kegiatan belajar mengajar sejak hari ini hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi paparan asap terhadap para siswa, khususnya ketika kondisi udara di lingkungan sekolah dinilai kurang mendukung untuk kegiatan belajar mengajar.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Seram Bagian Timur, pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah perlindungan diri selama kabut asap masih menyelimuti permukiman.

Masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menutup jendela rumah apabila asap mulai masuk dan terasa pekat. Selain itu, kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang sensitif terhadap gangguan pernapasan, diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Pengguna jalan dan masyarakat yang memanfaatkan transportasi juga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan penurunan jarak pandang akibat kabut asap. Pengendara diharapkan mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan demi mencegah risiko kecelakaan.

Pemerintah daerah mengingatkan bahwa perlindungan kesehatan harus menjadi prioritas selama kondisi kabut asap berlangsung. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk perkembangan kebijakan kegiatan belajar mengajar yang akan disampaikan Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Situasi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan. Upaya pencegahan kebakaran serta kepatuhan terhadap imbauan pemerintah diperlukan untuk meminimalkan risiko terhadap kesehatan masyarakat, keselamatan pengguna jalan, dan kelangsungan aktivitas sosial di wilayah Seram Bagian Timur.

Aisyah