Pilihan Gibran : Mundur Dimaafkan, Dimundurkan Dipenjara
PILIHAN GIBRAN : MUNDUR DIMAAFKAN, DIMUNDURKAN DIPENJARA
by M Rizal Fadillah
*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Posisi Gibran pasca Putusan MK semakin sulit. Gelombang mendorong DPR bergerak untuk menindaklanjuti semakin kuat dan membesar. Argumen Gibran dan relawan dianggap suara orang yang sekarat. Fakta bahwa ia tidak memiliki ijazah, diploma, sertifikat SMA di dalam dan luar negeri sulit untuk dibantah.. Anak ini menduduki kursi Wapres dengan cara zonk, menipu dan memanipulasi. Hanya orang otak tak waras yang bisa berbuat seperti itu. DPR bergerak, Gibran bakal mati terbelalak.
Jokowi, Iriana, dan Anwar Usman harusnya menyadari bahwa perbuatan jahatnya telah menbuat Gibran menderita dihajar habis oleh masyarakat. Kini mereka tidak bisa berdiam diri lagi. Gibran harus diselamatkan badan dan nyawanya, bukan jabatannya. Lupakan posisi Wapres apalagi Presiden nanti 2029. Itu mimpi di siang bolong. Jangankan merencanakan, mimpi saja butuh perjuangan dan sudah kesiangan.
MUNDUR DAN DIMAAFKAN
Desakan untuk mundur adalah manusiawi. Jokowi , Iriana, dan Anwar Usman harus jadi manusia, bukan hewan pengumbar nafsu. Ajak Gibran mundur daripada babak belur. Demi kehormatan pakai saja Tap MPR No VI tahun 2021 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Mundur adalah kepatuhan etik. Mungkin atas langkah ini rakyat akan menganggap Gibran selesai. Gibran hanya korban ambisi ayah bunda dan paman. Silahkan Gibran bermain tamiya dan mimpikan Syahrini kembali.
DIMUNDURKAN DAN DIHUKUM
Akan tetapi bila ambisi keluarga tak terbendung ya nasib Gibran dipertaruhkan dalam pertarungan DPR pada tingkat kekonyolan tinggi. Gibran dimakzulkan di MPR dan kedudukannya digantikan. Buntut sikap pantang menyerah adalah berlanjut ke pidana baik ancaman penggunaan keterangan palsu Pasal 263 KUHP lama Pasal 391 KUHP baru atau kejahatan nepotisme Pasal 22 UU No 28 tahun 1999. Tentu sekalian untuk membabat Jokowi, Iriana, dan paman Usman. Semua harus menjadi keluarga penjara.
Meskipun kini Jokowi bergerak menunggangi PKI eh PSI, tapi itu adalah partai kecil sehingga Jokowi tidak lagi akan bisa melabrak. Lambang gajahnya sudah memenggal kepalanya sendiri sehingga berwarna merah, malu ni yee. Di samping pelesetan gajah itu ga ada ijazah, juga maunya gajah itu besar dan gagah, namun nyatanya menjadi si bona kecil yang lucu-lucuan saja. Lucu Jokowi naik gajah-gajahan.
Pilihan sekarang ada pada Gibran, ayah bunda dan pamanda. Mau mundur dimaafkan atau dimundurkan dan dipenjara? As you like it. Terserah anda, boss.
Bandung, 17 Oktober 2026
