GP Ansor Tanam 1.500 Bibit Pohon di Sumatera Selatan, Dorong Pemulihan Ekosistem Pascakarhutla

Table of Contents


Ogan Ilir, Monitor Pos -
 Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengintensifkan aksi kepedulian lingkungan melalui penanaman 1.500 bibit pohon secara serentak di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem hutan dan lahan pascakebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, yang hadir langsung dalam kegiatan di Kebun Raya Sriwijaya, Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (5/11/2026), menegaskan bahwa pemulihan kawasan terdampak kebakaran harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kawasan hutan dan lahan perlu kembali produktif serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem.

“Penanaman pohon ini perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian alam dan ekosistem hutan agar bisa segera pulih. Hutan dan lahan mempunyai kesinambungan dan berperan vital bagi kehidupan semua makhluk, termasuk manusia,” ujar Addin.

Ia menilai, peristiwa Karhutla seharusnya menjadi momentum refleksi bagi seluruh pihak untuk memperbaiki pola hubungan manusia dengan alam. Kepentingan ekonomi maupun ambisi lainnya tidak boleh menjadi alasan untuk mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan hingga menimbulkan kerusakan.

Addin mengingatkan bahwa keberlangsungan hidup manusia sangat bergantung pada keseimbangan alam. Karena itu, perlindungan hutan dan lingkungan membutuhkan kesadaran kolektif serta komitmen nyata dari seluruh elemen masyarakat.

“Jangan sampai ego kita merusak hutan. Alam adalah bagian dari kehidupan kita. Harus dijaga. Tanpa keseimbangan alam, kehidupan manusia juga akan repot dan terganggu,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, GP Ansor menanam sejumlah jenis pohon, antara lain mahoni, merbau, tembesi, dan cengal. Aksi penghijauan ini merupakan bagian dari rangkaian Aksi Kemanusiaan Nasional Ansor yang difokuskan pada respons terhadap berbagai bencana, mulai dari kebakaran hutan, kekeringan, hingga bencana alam di sejumlah daerah.

Tidak hanya melakukan penghijauan, GP Ansor juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, seperti pembersihan sungai, pembagian bantuan sembako, serta pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan Satuan Banser Tanggap Bencana (Bagana) Sumatera Selatan bersama masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk keterlibatan organisasi kepemudaan dalam membantu pemulihan lingkungan sekaligus meringankan beban warga yang terdampak bencana.

Selain memimpin penanaman pohon di Ogan Ilir, Addin juga menghadiri kegiatan pembersihan anak Sungai Sekanak di Kota Palembang. Kawasan sungai tersebut menjadi sasaran aksi bersih lingkungan karena dipenuhi sampah dan tumbuhan eceng gondok yang mengganggu kebersihan serta kondisi aliran air.

Dalam kesempatan yang sama, Addin bersama Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan menyerahkan bantuan sebanyak 2.000 paket sembako dan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Addin menegaskan, kehadiran GP Ansor dalam berbagai aksi kemanusiaan merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mendampingi masyarakat, khususnya ketika menghadapi situasi bencana dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

“Ansor akan selalu hadir semaksimal mungkin untuk membersamai masyarakat. Melakukan pendampingan warga yang terdampak, termasuk juga mengurangi beban masyarakat yang terdampak kekeringan, kebakaran hutan, serta bencana alam lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan penghijauan dan pemulihan lingkungan tidak berhenti sebagai program seremonial atau aksi sesaat. Sebaliknya, kegiatan tersebut harus berkembang menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, menjaga kebersihan sungai, mencegah pencemaran, serta memulihkan kawasan hutan merupakan tanggung jawab bersama. Hal tersebut juga sejalan dengan peran GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang harus memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.

Ia turut mengajak seluruh kader Ansor di berbagai daerah untuk memperkuat aksi kemanusiaan sekaligus mendukung program pemerintah Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Addin menyebutkan, kontribusi kader Ansor dalam penanganan bencana telah diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, termasuk membantu penyediaan selang air untuk penanggulangan Karhutla, membagikan masker, menyediakan rumah oksigen bagi warga, mendistribusikan air bersih, hingga membersihkan sungai.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi tertentu, melainkan tanggung jawab bersama. Terlebih, GP Ansor sebagai organisasi sosial kepemudaan yang lahir dari rahim masyarakat harus senantiasa hadir, bergerak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui rangkaian aksi tersebut, GP Ansor berharap pemulihan lingkungan pascabencana dapat berjalan lebih optimal sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan alam. Gerakan penghijauan, penanganan sampah, dan bantuan kemanusiaan diharapkan menjadi langkah berkesinambungan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.

“Terus bersamai masyarakat, bersih-bersih sungai sebagai langkah memanifestasikan program pemerintah Gerakan Indonesia ASRI,” pungkas Addin.

Christina DW