MA Seleksi 24 Jabatan Pimpinan Tinggi, 203 Peserta Jalani Assessment Center
Jakarta, Monitor Pos ~ Mahkamah Agung (MA) menggelar tahapan assessment center dalam seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan Pratama Tahun Anggaran 2026 untuk menjaring pemimpin berintegritas, profesional, dan kompeten. Seleksi tersebut ditujukan untuk mengisi 24 jabatan strategis di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.
Tahapan penilaian kompetensi dibuka oleh Hakim Agung Kamar Perdata yang juga Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris MA, Dr. Sobandi, S.H., M.H., pada Rabu (4/11/2026). Pelaksanaan asesmen dibagi di dua lokasi, yakni Unit Penilaian Kompetensi Mahkamah Agung dan Pusat Penilaian Kompetensi Badan Kepegawaian Negara (Puspenkom BKN).
Dalam sambutannya, Sobandi menegaskan bahwa seleksi terbuka merupakan langkah strategis untuk memperoleh pejabat yang mampu memperkuat kinerja organisasi, menjalankan kepemimpinan secara bertanggung jawab, serta meningkatkan kualitas pelayanan peradilan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa jabatan pimpinan bukanlah sekadar kedudukan struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keteladanan.
“Jabatan yang tinggi adalah amanah, bukan hak istimewa. Semakin tinggi posisi seorang pemimpin, semakin besar pula godaan dan tanggung jawab yang dipikulnya,” ujar Sobandi.
Mantan Kepala Badan Urusan Administrasi MA itu juga menekankan pentingnya integritas dan pembelajaran berkelanjutan sebagai fondasi kepemimpinan. Menurutnya, kedua aspek tersebut diperlukan agar para pejabat mampu beradaptasi dengan perubahan, menjaga profesionalisme, dan memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap lembaga peradilan.
203 Peserta Ikuti Penilaian Kompetensi
Kepala Biro Kepegawaian MA, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H., menyampaikan bahwa seleksi terbuka JPT Madya dan Pratama Tahun Anggaran 2026 menarik minat 291 pelamar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 227 peserta dinyatakan lulus seleksi administrasi, terdiri atas 13 peserta JPT Madya dan 214 peserta JPT Pratama.
Berdasarkan rekapitulasi terbaru, sebanyak 203 peserta mengikuti tahapan assessment center, dengan rincian 13 peserta JPT Madya dan 190 peserta JPT Pratama.
Sebanyak 11 peserta JPT Pratama tidak perlu menjalani penilaian ulang karena telah memiliki hasil asesmen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Sementara itu, 13 peserta lainnya mengundurkan diri dari proses seleksi.
Untuk memastikan pelaksanaan penilaian berjalan sesuai jadwal, MA membagi tahapan asesmen ke dalam dua lokasi. Sebanyak 190 peserta JPT Pratama menjalani penilaian di Unit Penilaian Kompetensi (Assessment Center) Mahkamah Agung RI pada 4–7 November 2026.
Adapun 13 peserta JPT Madya dijadwalkan mengikuti penilaian di Puspenkom BKN pada 9–13 November 2026.
Pelaksanaan asesmen melibatkan asesor dari Mahkamah Agung, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Kepegawaian Negara (BKN). Keterlibatan asesor dari berbagai instansi tersebut mendukung pelaksanaan penilaian kompetensi dalam rangkaian seleksi terbuka.
24 Jabatan Strategis Menjadi Sasaran Seleksi
Sebanyak 24 jabatan yang akan diisi mencakup sejumlah posisi strategis, antara lain Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Inspektur Wilayah I Badan Pengawasan, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Peradilan.
Seleksi juga mencakup sejumlah jabatan sekretaris pada pengadilan tingkat banding dan pengadilan negeri kelas IA khusus.
Pengisian jabatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan memastikan tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan manajerial, kompetensi teknis, serta integritas sesuai kebutuhan organisasi peradilan.
Melalui tahapan assessment center, Mahkamah Agung berupaya mengidentifikasi kapasitas dan potensi para peserta sebagai salah satu pertimbangan dalam proses seleksi. Penilaian ini menjadi bagian penting untuk mendukung terwujudnya kepemimpinan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.
Seleksi terbuka JPT Madya dan Pratama Tahun Anggaran 2026 diharapkan menghasilkan pemimpin yang mampu menjalankan amanah secara bertanggung jawab, memperkuat kepercayaan publik, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan peradilan di seluruh lingkungan Mahkamah Agung.
@Iyus
